Gaya Hidup

Sudah Tayang di Bioskop! Begini Kelebihan dan Kekurangan Film Horor Rumah Teteh

×

Sudah Tayang di Bioskop! Begini Kelebihan dan Kekurangan Film Horor Rumah Teteh

Sebarkan artikel ini
Film Rumah Teteh
Film Rumah Teteh. (instagram/@mercusuarfilms)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rumah Teteh salah satu film horor yang adaptasi dari novel populer dan berlatar di dunia nyata, tepatnya di Bandung pada tahun 2007, memiliki daya tarik yang cukup besar sejak rilis bukunya.

Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam cerita film ini. Oleh karena itu, beritajateng.tv akan memberikan ulasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan dari film horor ini.

Film Horor Rumah Teteh

Kelebihan

Dari segi teknis, sinematografi dalam film ini terbilang cukup layak, meskipun penggunaan CGI dalam beberapa adegan tampak kasar dan kurang realistis.

Namun, keputusan untuk menyertakan lagu Kala Sang Surya Tenggelam dari Chrisye menjadi nilai tambah yang berhasil menciptakan suasana sendu dan melankolis yang cocok dengan tema film.

BACA JUGA: Sinopsis La Dolce Villa, Film Italia Romantis yang Trending di Netflix

Meski banyak kekurangan, Rumah Teteh tetap bisa penonton nikmati untuk sekedar mencari hiburan horor ringan dengan sentuhan komedi.

Beberapa adegan dan dialog mungkin terasa canggung. Tetapi interaksi konyol antara anak-anak kos memberikan hiburan tersendiri di tengah ketegangan yang ada.

Film ini mungkin bukan yang terbaik di tahun ini, tetapi juga belum terbilang sebagai film horor yang benar-benar solid.

Dengan naskah yang lebih kuat, pengembangan karakter yang lebih mendalam, serta eksekusi teknis yang lebih rapi, Rumah Teteh bisa menjadi film yang jauh lebih berkesan.

Kekurangan

Salah satu kelemahan utama film ini terletak pada naskah yang kurang matang. Beberapa karakter, seperti dua pemilik kos, memiliki peran yang tidak jelas dan kehadirannya kurang memberikan dampak signifikan pada alur cerita utama.

BACA JUGA: Wajib Baca Sebelum Nonton! Berikut Review Film Pintu Pintu Surga

Selain itu, subplot yang ada dalam film ini juga tidak banyak berkontribusi pada narasi utama. Alih-alih menggali asal-usul keangkeran Rumah Teteh dan keterkaitannya dengan kisah Helena.

Film ini lebih banyak berfokus pada pengalaman gangguan yang dialami oleh Brii dan teman-temannya.

Akibatnya, alur cerita terasa kurang fokus dan kehilangan kedalaman yang bisa memperkuat elemen horor maupun emosional.

Salah satu aspek yang cukup mengecewakan adalah minimnya eksplorasi terhadap elemen flashback yang sangat penting dalam novel. Seperti perselingkuhan dalam rumah tangga yang memicu peristiwa tragis di Rumah Teteh.

Dalam film, latar belakang ini hanya disinggung sebentar dan tidak digali dengan baik. Sehingga mengurangi dampak emosional yang seharusnya bisa memperkuat cerita. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp