Jateng

Sudewo Sebut Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila Memalukan: Suruh Belajar dengan Anak TK

×

Sudewo Sebut Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila Memalukan: Suruh Belajar dengan Anak TK

Sebarkan artikel ini
Eksepsi Sudewo
Bupati Pati nonaktif, Sudewo, usai sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 29 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

PATI, beritajateng.tv – Bupati Pati nonaktif Sudewo menanggapi insiden Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra salah membaca Pancasila saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Pati.

Sudewo menyebut kesalahan tersebut sebagai peristiwa yang memalukan. Menurutnya, seorang pemimpin daerah seharusnya mampu menghafal dan membacakan Pancasila dengan benar.

Sudewo menyampaikan hal tersebut setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 19 Agustus 2026. Pernyataan itu kemudian diunggah melalui akun TikTok Jurnal Sudewo.

BACA JUGA: Sudewo Ungkap Budaya Bayar Perangkat Desa di Pati: Angkanya Cukup Fantastis

Dalam video tersebut, Sudewo mengatakan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Bupati Pati, anak-anak TK dan SD pun mampu menghafal Pancasila.

“Memalukan lah. Di bawah kepemimpinan saya, selama 10 bulan, anak TK saja hafal Pancasila. Anak SD hafal Pancasila dan lagu patriot. Suruh belajar dengan anak TK,” kata Sudewo.

Plt Bupati Pati Salah Baca Sila Kedua Pancasila

Sebelumnya, insiden Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra salah membaca Pancasila terjadi saat dirinya memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026 pagi.

Saat membacakan sila kedua, Chandra yang seharusnya mengucapkan “Kemanusiaan yang adil dan beradab” justru menyebut “Keadilan yang adil dan beradab.”

Potongan video kesalahan tersebut kemudian viral di media sosial. Warganet pun ramai membahas momen ketika Plt Bupati Pati salah membaca Pancasila tersebut.

Sehari setelah kejadian, Chandra memberikan penjelasan terkait kesalahan yang dilakukannya.

Ia mengaku kondisi fisiknya sedang tidak fit karena harus menjalani berbagai kegiatan dengan jadwal padat sejak pagi hingga malam.

“Saat itu kondisi badan saya memang kurang sehat dan sudah keluar keringat dingin. Namun karena ini tugas di tanggal 17 Agustus, saya berusaha tetap kuat,” kata Chandra, Selasa, 18 Agustus 2026 malam.

BACA JUGA: Dapat Bunga Usai Sidang, Sudewo: Doakan Saya Menjabat Bupati Lagi

Menurut Chandra, kondisi fisik yang menurun membuat konsentrasinya berkurang sehingga terjadi kekhilafan saat membacakan Pancasila.

Ia juga memastikan kesalahan tersebut tidak dengan sengaja. Chandra menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menjaga konsentrasi saat menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Chandra pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Pati dan seluruh rakyat Indonesia.

“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pati dan seluruh rakyat Indonesia. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, dan kembali bersemangat mengawal pembangunan serta melayani masyarakat Kabupaten Pati,” pungkasnya. (*)

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp