Olahraga

Suka Ngedrum Saat Nonton PSIS, Deva Marsiana Dapat Julukan ‘Bidadari Tribun Selatan’

×

Suka Ngedrum Saat Nonton PSIS, Deva Marsiana Dapat Julukan ‘Bidadari Tribun Selatan’

Sebarkan artikel ini
Deva Marsiana
Si cantik Deva Marisiana yang mendapat julukan ‘Bidadari Tribun Selatan’ saat menonton PSIS Semarang di Stadion Jatidiri. (Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seiring perkembangan zaman, bukan hal aneh jika ada seorang kaum hawa yang ternyata sangat totalitas dalam melakukan aktivitas yang umumnya dekat dengan kaum pria. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendukung PSIS Semarang yang bernama Deva Marsiana.

Panser Biru cantik ini benar-benar terlibat dalam aktivitas yang di luar kebiasaan dan berbeda dari suporter perempuan pada umumnya. Biasanya, suporter perempuan hanya berperan sebagai model atau berpartisipasi dalam koreografi, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Deva.

Wanita yang lahir 27 tahun yang lalu ini memang suka mencoba hal-hal baru yang berbeda dari yang biasanya. Salah satunya ia memilih untuk mendukung PSIS Semarang melalui hentakan drum.

Deva sendiri mengaku senang menabuh drum, terlebih untuk menyemangati punggawa PSIS berlaga. Ia bahkan beroleh dukungan dan saran dari berbagai pihak agar bisa menjadi capo perempuan atau berduet capo suatu saat nanti.

“Euforia itu bakat alami, saat nabuh drum ibaratnya kita saat on the stage, jadi rasanya kaya di panggung. Mau di hadapan semua orang sama aja, enggak merasa canggung,” ungkap Deva saat beritajateng.tv temui di salah satu Kafe di Gunungpati, Semarang, belum lama ini.

Kehadiran Deva Marsiana di tribun selatan tentu menjadi warna baru bagi ribuan suporter PSIS Semarang. Apalagi, gadis yang mendapat julukan sebagai ‘Bidadari Tribun Selatan’ ini memiliki puluhan ribu pengikut di sosial media.

“Sekarang kalau lagi nonton langsung di Jatidiri ada banyak fans yang minta foto bareng, ada juga yang ngaku nonton PSIS karena pengen ketemu aku,” lanjutnya.

Namun tidak semua hal mendapat respon positif. Deva juga mengaku tak jarang mendapat hujatan dan cemooh di sosial media. Terbaru, salah satu videonya yang berisi ungkapan kekesalan saat PSIS Semarang kalah melawan Persib Bandung mendapat respon negatif dari Bobotoh.

“Misuh-misuh cuma di sosial media, aslinya itu ya enggak. Bahkan banyak Bobotoh yang komen bilang ‘ditunggu di Bandung’, tapi dari situ aku sebagai public figur udah biasa, nggak yang nganggap serius banget,” ungkap lulusan S2 Pendidikan Seni UNNES ini.

BACA JUGA:Cerita Si Cantik Deva Marsiana, Setia Dukung PSIS di Tengah Sibuknya Jadi Aktris

Ingin Lebih Banyak Stadion yang Ramah Perempuan

Sebagai suporter perempuan yang dikenal banyak orang, Deva pernah mendapat curhatan dari sesama suporter perempuan lainnya. Salah satunya tentang keamanan stadion bagi perempuan.

“Pernah mendengar soal pelecehan di tribun tapi itu udah lama banget. Kronologinya karena senggolan, terus sih cewek ini nggak terima,” cetusnya.

Namun, Deva sendiri mengaku lingkungan Stadion Jatidiri saat ini lebih ramah untuk perempuan. Meski begitu, ia menghimbau untuk suporter laki-laki berjibaku melindungi suporter perempuan.

Apalagi, saat pertandingan-pertandingan Big Match yang menurut Deva lebih rawan terjadi kericuhan. Keberadaan oknum kerapkali memprovokasi massa suporter untuk ricuh.

“Mungkin karena masih banyak anggapan bahwa perempuan numpang eksis. Padahal suporter perempuan bisa menjadi warna baru. Suporter laki-laki dan perempuan harusnya kedudukannya sama,” ucapnya.

BACA JUGA:PSIS Semarang Kalahkan Bali United 2-1, Sukses Raih Poin Penuh 

“Sebagai suporter perempuan kalo kericuhan pasti ada perasaan takut, nonton ke stadion pengennya adem ayem mendukung. Menurut aku keamanan harus lebih ketat,” imbuhnya.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp