BLORA, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora telah menyelesaikan proses sortir, lipat, dan hitung surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dalam proses tersebut, terdapat 510 surat suara yang rusak.
Menurut Kasworo, Kepala Sekretariat KPU Blora, KPU menerima sebanyak 120 box yang berisi 718.840 lembar surat suara.
Setelah proses sortir, lipat, dan hitung (Sorliptung), jumlah surat suara menjadi 719.840 lembar dengan 510 lembar rusak.
“Surat suara yang rusak di Kabupaten Blora ini akan kita musnahkan sesuai aturan pada H-1 pelaksanaan pemungutan suara,” jelas Kasworo.
BACA JUGA: Enam Kotak Suara Rusak, KPU Blora Pastikan Tidak Akan Memengaruhi Proses Pendistribusian
Meskipun terdapat 510 surat suara yang rusak di Kabupaten Blora, secara keseluruhan persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah di Kabupaten Blora berjalan sesuai dengan aturan.
Selama proses sortir, lipat, dan hitung surat suara tersebut, KPU Blora telah merekrut 160 warga untuk berpartisipasi dengan honor Rp 125 per lembar surat suara.
Di sisi lain, Irfan Saiful Mansyur, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Blora, mengatakan pihaknya telah meminta data petugas yang terlibat dalam proses sortir untuk mengantisipasi keterlibatan petugas atau menjaga netralitas mereka.
BACA JUGA: Pemilih Bimbang di Jawa Tengah 40 Persen Lebih, Mungkinkah Dirangkul Jokowi? Ini Kata Pengamat
“Kita telah meminta data petugas Sorliptung kepada KPU. Hal ini untuk melihat apakah ada yang menjadi anggota Parpol, atau tim Paslon untuk menjaga netralitas mereka,” jelas Irfan.
Irfan juga telah merekomendasikan sejumlah hal terkait tempat yang digunakan untuk Sorliptung.
Pertama, gudang yang sempit dan panas. Jangan sampai petugas berkeringat dan mengenai surat suara.
Kedua, di bagian gudang ada yang berlubang karena musim penghujan jangan sampai terkena hujan dan merusak logistik yang lain. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.




