SEMARANG, beritajateng.tv – Aktris Luna Maya dikenal publik sebagai pemain film ternama di Indonesia. Bahkan, namanya mencuat setelah sukses memainkan karakter Suzanna pada tahun 2018 dan 2020 lalu. Ia juga akan hadir kembali mewarnai bioskop Indonesia dalam film ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’. Film horor Luna Maya tersebut akan tayang serentak pada 3 Agustus 2023 mendatang.
Tak berhenti sampai disitu, Luna pun membeberkan ia akan kembali membintang film baru bergenre horor. Uniknya, film horor Luna Maya tersebut mengambil lokasi syuting di Kota Semarang.
“Ini lagi syuting di Semarang. Sisa 8 hari lagi, di Semarangnya sisa 4 hari, habis itu kita pindah ke Bandung, ini sisa 4 hari. Lokasi di Kota Semarang tahun 80-an akhir atau awal 90-an,” ucap Luna kepada beritajateng.tv saat konferensi pers promosi ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ di Kampus Karangpanas, Kota Semarang, Sabtu 8 Juli 2023.
Luna menyebut ada 3 lokasi syuting di Kota Semarang. Yakni Kampus Karangpanas, Kota Lama, dan Hotel Candi Baru. Selanjutnya, ia akan melakukan proses syuting di Gunung Merbabu.
Membintangi film horor berturut-turut, Luna sempat kebingungan. Ia mengaku ingin mendapat tawaran film action, drama, dan komedi. Meskipun begitu, ia tetap bisa menjalankan peran dan karakternya dengan sebaik mungkin.
“Setiap genre film apapun pasti tantangannya berbeda-beda, suka dukanya berbeda beda. Kita nggak berpatok oh kenapa selalu film horor, karena selalu ada pasar dan penontonnya, karena dari sisi bisnis genre yang menjanjikan,” ucap Luna.
Genre horor menjadi favorit Luna Maya
Perannya pada berbagai film horor tentu tak terlepas dari kecintaannya menonton film-film horor. Baginya, menonton film horor dapat membangkitkan adrenalin saat jumpscare bermunculan.
“Sebenernya kalau kita bicara soal film horor yang dicari kan adrenalin jumpscare-nya, plot twist ceritanya, atau bagaimana suasana ngebangun mood dari film itu. Aku suka adrenalinnya, tegang tegangnya, tapi ada horor yang nggak berhasil buat aku seperti itu,” jelas Luna.
BACA JUGA: Kisah Menyeramkan di Villa Tua, Begini Sinopsis Film Kutukan Sembilan Setan, Bikin Merinding!
Film karya Patrick Wilson, ‘Insidious’, menjadi favoritnya. Selain itu, film ‘Evil Dead Rise’ yang beberapa waktu lalu tayang di bioskop Indonesia juga berhasil membuatnya berdecak kagum. Namun, Luna merasa suasana horor yang mencekam justru ia dapatkan lewat film horor Asia saat ini.
“Dan beberapa tahun kebelakang, aku nggak bilang film Indonesia ya, tapi film luar udah agak jarang bikin merindingnya. Pasti rata-rata yang bikin kaya gitu itu film Asia, entah film indonesia, film Asia lain. Justru yang bule-bule ini ketinggalan. Kalau dulu aku sukanya Insidious, kalau film Indonesia kan banyak yang bikin merinding,” terangnya.
“Insidious sama Evil Dead Rise menurut aku. Aku suka banget, ceritanya bagus, pengambilan gambarnya keren, sadisnya dapet, semuanya well-made. Salah satunya juga Suzanna dong,” imbuh Luna.
Film horor Luna Maya tentang karakter tak semangat jalani hidup
Tidak seperti Suzanna yang ia perankan, di film horor barunya ini Luna menyebut ada karakter yang berbeda. Luna mengaku ia menjalankan peran sebagai sosok yang mati rasa dan tidak menemukan semangat lagi dalam menjalani hidup.
“(Karakternya) orang yang sudah banyak terjadi masalah dalam hidupnya berturut-turut biasanya jadi numb (mati rasa) gitu, udah ‘yaudah lah’. Udah kena ini begini begitu, hidup itu udah jalanin aja, nggak terlalu semangat lagi dalam kehidupan,” tandasnya.
BACA JUGA: Film Horor Baru Tayang di Bioskop, Begini Sinopsis The Boogeyman, Awas Ada Makhluk Seram!
“Tapi prioritas dia ya adiknya, ‘ya udah gue ga usah mikirin gue, gue mikirin adik gue biar punya kehidupan yang baik’. Karena memang dari sisi karkater ya flat aja menjalani hidup,” imbuh Luna.
Luna menggambarkan Kota Semarang ini sangat bersih dan banyak tempat menarik yang bisa ia kunjungi. Ia menilai, Kota Semarang jauh lebih baik daripada saat era 2000-an saat ia melakukan promosi film-film pertamanya.
“Melihat Kota Semarang salut ya, bersih, perubahan itu ada. Aku berharap juga kemajuan dan Kota Semarang ini bisa diikuti oleh kota-kota lainnya. So far banyak tempat gaul yang seru gitu, mal juga banyak, alun alunnya bersih,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





