Jateng

Tak Ingin Simpang Lima Banjir Lagi, Pemkot Semarang Bongkar Drainase Bermasalah

×

Tak Ingin Simpang Lima Banjir Lagi, Pemkot Semarang Bongkar Drainase Bermasalah

Sebarkan artikel ini
Tak Ingin Simpang Lima Banjir Lagi, Pemkot Semarang Bongkar Drainase Bermasalah
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) membongkar tanaman yang selama ini jadi sarang tikus dan mengganggu aliran air drainase di shelter Simpang Lima Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan pembenahan besar-besaran sistem drainase di kawasan Simpang Lima Semarang.

Hal ini untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap muncul saat hujan mengguyur kota Semarang. Sekaligus, memastikan kawasan pusat kota tetap nyaman bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkapkan hasil evaluasi terbaru menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan pada jaringan drainase yang selama ini luput dari perhatian.

Beberapa saluran air bahkan tidak saling terhubung (terkoneksi) sehingga menghambat aliran air hujan menuju saluran pembuangan.

“Kami menemukan ada beberapa saluran yang ternyata tidak terkoneksi. Selain itu, ada inlet yang ukurannya terlalu kecil dan tertutup sampah sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Karena itu sekarang kami lakukan pembongkaran dan perbaikan secara menyeluruh,” kata Agustina.

Menurutnya, pembenahan drainase menjadi prioritas karena Pemkot tidak ingin kejadian genangan yang sempat terjadi saat sejumlah agenda besar kembali terulang, terutama menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

BACA JUGA: Nyaris Batal karena Hujan dan Banjir, Peserta Semarang Night Carnival 2026 Tetap Perform di Simpang Lima

“Saya tidak ingin saat ada kegiatan besar justru terjadi genangan di Simpang Lima. Walaupun hanya 10 menit atau satu jam, tetap saja itu namanya banjir dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Agustina menjelaskan salah satu masalah utama berada pada saluran sabuk yang mengelilingi kawasan Simpang Lima.

Sejumlah bagian saluran tertutup konstruksi jalan sehingga aliran air tidak dapat masuk ke sistem drainase secara optimal.

“Harusnya sepanjang jalur air itu terdapat inlet yang cukup untuk menampung limpasan hujan. Namun yang kami temukan, selain ukurannya kecil, banyak yang tersumbat sampah. Semua sekarang sedang kita bersihkan dan bongkar agar kembali berfungsi maksimal,” jelasnya.

Selain membenahi saluran air, Pemkot Semarang juga akan menata ulang area shelter di Simpang Lima.

Sejumlah tanaman yang selama ini berada di sekitar shelter telah DPU bongkar total karena menjadi sarang tikus.

“Saat pembongkaran ternyata banyak tikus bersarang di area tersebut. Karena itu tanaman akan kami tata ulang dan sebagian kita pindahkan. Jika perlu, nantinya bisa menggunakan pot tanaman yang lebih mudah perawatan dan tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan pekerjaan yang berjalan saat ini meliputi normalisasi saluran gendong di sekitar Simpang Lima.

Sedimentasi, sampah, dan material yang menghambat aliran air di bersihkan untuk meningkatkan kapasitas drainase.

“Kami melakukan pembersihan saluran sekaligus menambah pipa pembuangan yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila. Tujuannya agar air hujan bisa lebih cepat terbuang dan tidak menggenang di kawasan pusat kota,” ujar Suwarto.

Menurutnya, peningkatan kapasitas drainase merupakan bagian dari program pengendalian genangan yang terus dilakukan Pemkot Semarang dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan sistem saluran yang lebih baik, risiko genangan saat hujan deras diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Pemkot Semarang optimistis penataan drainase ini tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Tetapi juga memperkuat fungsi Simpang Lima sebagai ikon kota, pusat ekonomi, ruang olahraga, dan destinasi wisata yang nyaman sepanjang tahun.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati Simpang Lima dengan aman dan nyaman, termasuk saat musim hujan. Karena itu perbaikan infrastruktur dasar seperti drainase harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp