SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Mendikbudristek RI) Nadiem Makarim baru saja mencabut kegiatan Pramuka sebagai ekstrakurikuler (ekskul) wajib di sekolah.
Merespons hal tersebut, Andalan/Pengurus Bidang Pembinaan Anggota Muda (Bina Muda) Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang, Hasan Rifai pun buka suara.
Ia mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, kedua peraturan baik Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024 memiliki dasarnya masing-masing.
Hanya saja, ia khawatir, jika siswa tak lagi wajib mengikuti ekskul Pramuka, minat generasi muda akan menurun bahkan menganggap Pramuka menjadi kegiatan yang tidak bermanfaat.
Ia menuturkan, Permendikbud yang baru sangat berpotensi menyebabkan penurunan peminat anggota Pramuka. Khususnya dari kalangan pelajar lantaran tidak sempat merasakan berbagai kegiatan dalam ekskul Pramuka.
“Ini menjadi tantangan bagi para pembina Pramuka agar mengembalikan marwah Pramuka yang dulu sangat diminati karena nilai manfaatnya, karena merasakan dampak positifnya juga,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 3 Maret 2024.
BACA JUGA: Nadiem Makarim Tak Lagi Wajibkan Ekskul Pramuka di Sekolah, Begini Tanggapan Kepsek di Semarang
Hasan menambahkan, peraturan yang tak lagi mewajibkan siswa mengikuti ekskul Pramuka memang menjadi tantangan tersendiri. Terutama bagi para Pembina.
Menurutnya, kini Pembina harus siap berinovasi agar dapat menjadikan Pramuka sebagai ekstrakulikuler yang memiliki daya tariknya tersendiri.
“Saya melihatnya itu berpotensi menurunkan minat, khususnya yang dewasa. Anak-anak SMA kadang merasa sudah cukup dengan siaga dan penggalangnya, apalagi banyak pilihan ekstrakulikuler seperti basket, paskib pecinta alam, tari, dan sebagainya,” ucapnya.
Pramuka bukan sekedar tali temali dan bernyanyi
Hasan sendiri telah berkecimpung di dunia Pramuka sejak tahun 1997 silam. Menurutnya, Pramuka banyak menawarkan banyak keterampilan dan kecakapan bagi para anggotanya.
Nilai-nilai seperti iman, taqwa, cinta pada alam, disiplin, hemat adalah hal biasa yang Pramuka ajarkan. Selain itu, gerakan pendidikan non formal tersebut juga menempa karakter anggotanya agar lebih kuat dalam bertaham hidup.
“Saya merasa Pramuka menempa kita menjadi pribadi yang bermanfaat sebesar-besarnya pada diri, keluarga, lingkungan, lebih luas bangsa dan negara,” ungkapnya.
Ia pun berharap, meski Kemendikbud tak lagi mewajibkan siswa mengikuti ekstrakulikuler Pramuka, namun regenerasi Pramuka mulai dari tingkat siaga, penggalang, hingga penegak dapat berjalan dengan konsisten.
BACA JUGA: Peringati Hari Pramuka Nasional, SD Negeri Pekunden Ajak Murid Resapi Nilai-Nilai Dasa Dharma
Hal itu lantaran, kata Hasan, Pramuka memiliki 3 nilai utama bagi para anggotanya. Yaitu menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kecakapan hidup, dan tetap memiliki nilai-nilai kebangsaan.
“Pramuka di semua jenjang jangan sampai turun atau bergeser hanya karena ada Permendikbud terbaru, apalagi banyak yang menganggap Pramuka hanya tepuk-tepuk bernyanyi. Padahal di dalamnya kita menyisipkan 3 nilai utama itu,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





