Pendidikan

Tak Lagi Manual, Guru SDN Gemah Semarang Belajar AI untuk Bikin Kuis dan Modul Ajar Praktis

×

Tak Lagi Manual, Guru SDN Gemah Semarang Belajar AI untuk Bikin Kuis dan Modul Ajar Praktis

Sebarkan artikel ini
Guru AI
Guru-guru SDN Gemah saat belajar AI untuk membantu membuat kuis, menyusun modul ajar, hingga merekap hasil penilaian secara otomatis. (Yuni Esa Anugrah/ beritajateng.tv)

Menurut Nora, penggunaan AI juga dapat memangkas waktu penyusunan perangkat pembelajaran. Jika sebelumnya membuat satu modul ajar secara manual membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, proses tersebut dapat dipercepat dengan bantuan prompt yang tepat.

“Dulu membuat satu modul bisa dua sampai tiga hari karena diketik manual. Dengan AI, modul dan soal bisa dibuat jauh lebih cepat hanya dengan beberapa prompt,” jelasnya.

Sementara Nora mengingatkan bahwa aspek pendidikan yang berkaitan dengan karakter dan pendekatan emosional tetap membutuhkan kehadiran guru.

“AI hanyalah pendamping. Guru tetap memegang kendali utama karena siswa membutuhkan pembentukan karakter, nilai religius, tausiyah, dan pendekatan psikologis yang tidak bisa diberikan oleh AI,” tandas Nora.

BACA JUGA: Mahasiswa Undip Tanggapi Isu di Lingkup Perguruan Tinggi, Dari Penyampaian Aspirasi hingga Dugaan Korupsi

Di sisi lain, Ketua kelompok Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Prodi PGSD UPGRIS, Hidayah Adwi Susanti, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI yang dinilai dapat membantu guru menyelesaikan sejumlah pekerjaan pembelajaran secara lebih efisien.

“Guru SD membutuhkan alternatif kuis yang tidak hanya berupa soal tertulis, tetapi juga dapat memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan,” kata Hidayah, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Hidayah, kuis interaktif yang dibuat dengan bantuan AI tidak hanya digunakan untuk menguji siswa. Kuis tersebut juga dapat menjadi bagian dari asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana materi telah dipahami peserta didik.

“Dengan kuis interaktif berbasis AI, guru dapat memperoleh gambaran mengenai materi yang sudah dikuasai siswa maupun materi yang masih perlu diperkuat,” jelasnya.

Hidayah mengakui penerapan kuis interaktif berbasis AI masih memiliki sejumlah kendala. Karena itu, pelatihan tidak hanya berisi pengenalan teknologi, tetapi juga praktik agar guru memahami tahapan penggunaannya secara tepat.