SEMARANG, beritajateng.tv – Kopi kini bukan sekadar minuman, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Larka Riyanto, content creator kopi yang hadir sebagai juri dan narasumber dalam Fun Brew Competition, membagikan pandangannya seputar tren ngopi, sejarah, hingga tips menikmati kopi yang aman bagi kesehatan.
Larka menilai tren ngopi yang semakin populer di kalangan anak muda merupakan hal positif. Hal itu ia sampaikan di atrium Queen City Mall Semarang pada Kamis, 4 September 2025.
“Semakin banyak orang yang suka kopi, semakin bagus industrinya. Mau kopi pakai gula atau tanpa gula enggak masalah. Lama-lama orang akan kembali ke kopi tubruk mungkin. Yang penting industrinya hidup,” jelasnya.
Menariknya, kata Larka, kopi justru dapat menjadi pemicu lahirnya diskusi kritis di kedai-kedai. “Dengan kopi kita bisa memicu pemikiran untuk lebih kritis. Dari situ akhirnya bisa berdiskusi banyak hal di kedai-kedai kopi,” ujar Larka.
BACA JUGA: Tren Baru Nongkrong di Semarang: Ngopi Sambil Main PS Portable, Sewa Buat Bawa Pulang
Kedai kopi saat ini bukan hanya tempat menikmati minuman, tapi juga ruang interaksi sosial. Anak muda bisa membicarakan isu-isu penting, berbagi gagasan, hingga mengembangkan wawasan.
“Ngopi itu membuka pintu diskusi. Bukan cuma soal cita rasa, tapi juga bagaimana kopi mempertemukan orang dengan beragam perspektif,” jelasnya.
Dalam diskusi bersama para pecinta kopi, Larka menekankan pentingnya memahami perjalanan kopi dari hulu ke hilir.
“Ngopi itu bukan hanya tentang siapa yang menyeduh. Kita juga harus tahu siapa yang me-roasting, siapa prosesornya, hingga siapa petaninya. Jangan sampai kita melupakan peran-peran penting di balik secangkir kopi,” ungkapnya.
Menurutnya, kesadaran ini akan membuat masyarakat lebih menghargai industri kopi sebagai satu ekosistem yang hidup dari kerja keras banyak pihak.
Kopi bisa picu asam lambung?
Menjawab kekhawatiran sebagian orang tentang kopi yang memicu asam lambung, Larka memberikan penjelasan.
“Yang bikin asam lambung bukan kopinya semata, tapi kafein tinggi, susu, dan gula. Kalau memang sensitif, pilih kopi Arabica karena kafeinnya lebih rendah dibanding Robusta. Hindari kopi susu manis karena bikin lambung kerja lebih berat,” terangnya.
Dengan begitu, penderita asam lambung tetap bisa menikmati kopi asalkan memilih jenis dan cara konsumsi yang tepat.
BACA JUGA: Pantang Ngantuk saat Balik Mudik! Ini Daftar Tempat Ngopi Pilihan di Rest Area Tol Jawa Tengah
Sementara itu, untuk pemula atau anak muda yang ingin mencoba kopi, Larka menyarankan agar memulai dari rasa yang paling disukai.
“Kalau awalnya suka kopi susu manis enggak apa-apa. Dari situ nanti bisa berproses, kurangi gula, lalu beralih ke kopi susu tanpa gula, sampai akhirnya kopi hitam. Bahkan mulai dari kopi sachet pun enggak masalah,” kata Larka.
Menurutnya, proses mengenal kopi adalah perjalanan personal. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, banyak orang pada akhirnya akan jatuh cinta pada kopi hitam tanpa gula. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





