Gaya HidupOlahraga

Tak Sempat Olahraga? Komunitas Semarang Runners Bisa Jadi Solusi di Kala Sibuk

×

Tak Sempat Olahraga? Komunitas Semarang Runners Bisa Jadi Solusi di Kala Sibuk

Sebarkan artikel ini
Semarang Runners
Komunitas Semarang Runners foto bersama sebelum mengikuti Playon Kamis Bengi, Kamis, 20 Juli 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lari sebagai gaya hidup semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan saat ini. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Salah satunya bisa terwujud bersama Komunitas Semarang Runners.

Dengan olahraga lari yang tengah menjadi tren terkini, banyak generasi milenial yang kemudian bergabung dalam komunitas lari dan aktif menggelar kegiatan lari bersama.

Seperti Maulina Indah Sari, salah satu anggota komunitas lari tersebut. Memiliki latar belakang sebagai mahasiswa Unnes, Olla sapaan akrabnya, memang memiliki ketertarikan lebih akan kegiatan olahraga, terutama lari. Ia kemudian memutuskan untuk bergabung pada Juli 2022 lalu.

“Dari dulu emang suka olahraga, terus temen menyarankan untuk ikut komunitas aja biar bisa mendalami lari. Akhirnya gabung Semarang Runners setahun yang lalu. Seneng karena ketemu dengan teman-teman dengan hobi yang sama,” kata Olla kepada beritajateng.tv usai mengikuti Playon Kamis Bengi di Balaikota Semarang, Kamis, 20 Juli 2023.

Sementara itu, Victorio, sang koordinator menyebut, komunitas lari ini sudah mulai sejak 2013 silam. Awalnya, hanya terdapat 4 hingga 5 orang yang rutin berlari bersama sehabis pulang kerja. Kini, lebih dari 1.600 anggota yang terdaftar di Semarang Runners.

BACA JUGA: Olahraga Tak Kenal Waktu, Begini Serunya Lari di Malam Hari

“Awalnya dulu itu temen-temen pendatang di Semarang pulang kerja bingung mau ngapain, akhirnya lari malem muterin Kota Semarang, lama-lama banyak temen juga ngikuti,” jelas Rio.

Sejak saat itu, komunitas tersebut terus bertumbuh semakin besar. Bahkan, pada tahun 2021, mereka resmi berbadan hukum di bawah naungan Yayasan Semarang Runners Bersinergi.

Sepuluh tahun eksis, lanjut Rio, Semarang Runners masih terus mempertahankan ciri khas kegiatan lari malamnya. Dalam jadwal Playon Kamis Bengi misalnya, sekitar 80 anggota berkumpul memenuhi halaman Balaikota Semarang.

“Karena kan cerita awalnya temen-temen pulang kerja nggak tau mau ngapain, akhirnya lari malam. Budaya itu seolah menjadi trademark-nya Semarang Runners dan kami jaga sejak 10 tahun lalu,” lanjutnya.

Semarang Runners gaungkan olahraga lari sebagai gaya hidup

Anggota komunitas itu yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan pekerja pun menjadi perhatian khusus. Mereka ingin menyebarkan virus lari kepada lebih banyak kalangan, terutama anak-anak.

Rio sendiri menekankan pentingnya membangun ketertarikan akan olahraga lari sejak dini. Apalagi, olahraga lari merupakan salah satu olahraga dengan biaya murah namun berdampak besar bagi kesehatan.

BACA JUGA: Sapa Pendukung di Gelaran Pidato Kebangsaan, Anies Baswedan: Saya Bukan Lari-lari untuk Posting Foto

“Ke depannya akan ada project baru Semarang Runners Kiddo. Kami pengen ngajak adik-adik SD dan SMP untuk membekali teknik berlari sejak dini. Mudah-mudahan itu ke depannya bisa menjadi cikal bakal atlet Semarang,” harap Rio.

Selain itu, beberapa agenda lain juga secara rutin Semarang Runners selenggarakan demi terus menggaungkan lari sebagai lifestyle masa kini. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp