JAMBI, beritajateng.tv – Seorang suami ngamuk tak terima setelah mengetahui istrinya yang menjadi calon legislatif (caleg) hanya meraup tiga suara.
Peristiwa ini terjadi di TPS 23, RT 31 Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung Kota Jambi yang bertepatan pada hari perhitungan suara, yakni pada 15 Februari 2024.
Suami caleg yang mengamuk tersebut lalu pergi ke rumah Ketua RT dan melakukan penganiayaan. Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun lalu berupaya melerai namun mengalami luka.
Akibat perbuatan suami Caleg DPRD itu satu anggota KPPS TPS 23 mengalami patah tulang.
BACA JUGA: Duh, 26 TPS di Jateng Akan Pemungutan Suara Ulang? Bawaslu Jateng Soroti Kesalahan KPPS
Sedangkan ketua RT 31 harus merasakan luka robek yang cukup parah di bagian kepalanya.
“Tiba-tiba datang katanya ada suara dia gak ada di situ, sebetulnya pas ada keributan itu kan kami melerai biar jangan sampai di dalam TPS,” ungkap Heriyanto anggota KPPS.
Kronologi kejadian
Dari keterangan Heriyanto, suami Caleg tersebut awalnya membawa sekitar enam hingga delapan orang untuk menyerang Ketua RT. Heriyanto yang melihat kejadian tersebut lalu mecoba melerai aksi kekerasan yang beberapa orang ajakan suami Caleg Jambi tersebut lakukan.
Namun sayangnya, ia malah mendapat serangan dari suami Caleg tersebut hingga mengalami patah tulang di bagian tangannya.
Dengan terpaksa anggota KPPS itu harus menggunakan selendang untuk membantu menopang tangannya.
Sementara ketua RT 31 alami luka sobek di bagian kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ketua RT menderita luka di kepala yang dijahit sebanyak 30 jahitan.
BACA JUGA: Sejumlah Petugas KPPS di Blora Jatuh Sakit
Heriyanto mengatakan bahwa istri dari suami yang mengamuk itu merupakan Caleg DPRD Jambi dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). “Akhirnya suaranya nggak ada itu, dari Partai PKN,” ujar Heriyanto.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Jambi, Deni Rahmat mengaku telah mendengar hal tersebut.
Ia menggelar rapat dengan anggota KPU serta pemegang anggaran terkait bantuan dana bagi KPPS. “Ini insiden, jadi akan dibahas lebih lanjut. Belum tahu akan ada anggaran atau tidak, tunggu hasil rapat,” ujarnya. (*)





