Berdasarkan data Organda Kota Semarang, saat ini terdapat sekitar 800 unit angkot, 260 armada Trans Semarang, dan 70 taksi konvensional yang masih beroperasi. Angka ini menurun drastis daripada sebelum pandemi Covid-19, di mana jumlah angkot mencapai lebih dari 5.000 unit dan taksi sekitar 1.300 unit.
Penurunan tersebut tidak lepas dari maraknya transportasi online serta tingginya kepemilikan kendaraan pribadi yang berdampak besar pada keberlangsungan angkutan umum.
“Dampaknya luar biasa bagi transportasi angkutan umum,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





