Tanggul Sungai Menyong Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Pemukiman Terancam Banjir Kembali

Tanggul Sungai Menyong Tak Kunjung Diperbaiki.

Demak,16/6 (BeritaJateng.tv) – Rasa was-was disertai takut nampaknya dirasakan warga desa Sriwulan, kecamatan Sayung, kabupaten Demak akan terulang kembalinya banjir yang menggenangi pemukiman mereka hingga ketinggian mencapai Dua meter.

Hal tersebut dikarenakan jebolnya tanggul sungai Menyong akibat tidak kuat menahan kuatnya aliran sungai pada saat terjadinya air pasang pada akhir bulan Mei 2022 kemarin.

Menurut salah satu warga yang rumahnya ikut terendam banjir rob kemarin, Rahmad (50) mengatakan jika dirinya sampai sekarang masih merasa takut akan terjadi banjir lagi, pasalnya tanggul sungai menyong yang jebol tersebut hingga sekarang belum ada perbaikan sama sekali, hanya dilakukan pembendungan dengan menggunakan karung berisikan tanah dititik jebolnya tanggul sungai.

” Sepekan setelah banjir banyak pejabat dari kementerian PUPR dan BBWS Pemali Juwana meninjau lokasi yang jebol tetapi tidak ada hasil yang signifikan sampai sekarang ini,” Tegas Rahmad.

Kecemasan dan ketakutan warga bukannya tidak berdasar jika banjir rob terulang kembali, jika mengacu pada jadwal naik turunnya air pasang yang dikeluarkan oleh pihak BMKG, diprediksi masih akan terjadi rob tinggi hingga akhir bulan Agustus 2022 mendatang. Hal tersebut tentunya akan menyebabkan kepanikan warga mengingat tanggul yang jebol taknkunjung diperbaiki.

” Sekarang ini rob selalu tinggi dan kondisi tanggul yang jebol hanya di tutup karung, wajar kami merasa takut,” ucap Rohmad.

Sementara itu menurut PPK Sungai Pantai BBWS Pemali Juwana Fuad Kurniawan mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan penanganan darurat terhadap tanggul sungai Menyong yang jebol tersebut, menurutnya langkah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya rob tinggi. Meski demikian pihaknya akan melaksanakan pemeliharaan atas penanganan darurat tersebut.

” Untuk pemeliharaan tanggul sudah ditangani secara darurat dan sedang dikaji untuk menentukan konstruksi yang sesuai,” kata Fuad.

Terkait penanganan sungai dikawasan antara sungai babon dan sungai sayung, lanjut Fuad Kurniawan, hal ini sisi bagian utara jalan Pantura nantinya baru akan ditangani setelah selesainya tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol Semarang-Demak yang saat ini sedang dalam proses pelaksanaan.

” Termasuk sistem sungai yang ada didalamnya salah satunya sungai menyong, dimana nanti akan ada kolam retensi utk memampung aliran sungai,” pungkasnya. (BW/El)

Leave a Reply