SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran besar menghanguskan sebanyak 468 kios blok C dan 26 ruko Blok F, Pasar Kanjengan, area kompleks Pasar Johar Semarang, Rabu malam, 29 April 2026.
Pantauan di lokasi, ratusan kios tersebut telah luluh lantah menyisakan puing-puing besi pada atap dan tiang kios.
Beberapa pedagang masih sibuk mengais sisa-sisa barang yang masih bisa mereka selamatkan. Beberapa lainnya, hanya termenung berusaha ikhlas melihat kios dan rukonya habis terbakar.
Seperti yang dialami Emi (60), Pedagang Sembako di Blok C Pasar Kanjengan. Enam kiosnya hangus tak bersisa.
“Saya punya enam kios, jualan sembako,” kata Emi sambil terisak.
Ia mengaku baru tahu kejadian kebakaran dari teman-temannya sekira pukul 10 malam lebih.
“Saya ke sini sudah habis semua. Sudah gak bisa tertolong. Enggak bisa terselamatkan (barang-barang dagangan). Tetangga saya, teman saya itu mau nyelamatkan enggak bisa soalnya sudah ada api,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bahaya Kebakaran di SPBU, Damkar Semarang: Respon Cepat Jadi Kunci
Tangis Emi semakin pecah lantaran baru saja kemarin siang ia mengisi kios-kiosnya dengan barang dagangan.
“Kaget sampai saya engga bisa ngomong tadi malam. Semuanya habis. Padahal baru saja Kulakan (belanja banyak). Kira-kira kalau dihitung habis Rp 75 juta. Wong saya kan dagangannya penuh,” cerita Emi.
Padahal, lanjut Emi, ia rela ambil untung Rp 1000 rupiah sekali jualan, namun justru enam kiosnya habis terbakar.
“Pinginnya ya segera cepat untuk dibuat tempat baru, biar saya bisa jualan lagi. Pinginnya seperti itu,” harap Emi.
Di sisi lain, Darti (53), pedagang sembako Pasar Kanjengan mengaku baru tahu terjadi kebakaran sekitar pukul 11.04 WIB.
“Begitu kebakaran saya lari langsung ke sini. Sudah ini muter, ternyata api itu kayak merata gitu. Enggak ada yang bisa saya selamatkan dagangan saya,” imbuhnya.
Darti mengakui kerugian lima kiosnya yang terbakar mencapai Rp 50 juta, bahkan satu gudang yang ia kontrak untuk menaruh alat-alat rebana juga hangus terbakar.





