“Tidak hanya pandemi, tapi bencana juga, penting ada kurikulum darurat. Itu untuk mempertahankan sustainability layanan pendidikan. Bukan berapa banyak yang tercapai, tapi adanya proses sustainability layanan pendidikan, agar nilai-nilai yang sudah bagus tetap terpelihara, jangan sampai hilang,” lanjutnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





