SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan investasi di Jateng sebesar Rp 65,7 triliun pada tahun 2023. Bukan jumlah yang sedikit, maka beragam upaya dilakukan untuk mengejar target ini. Salah satunya dengan menggaet investor asing.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari membenarkan angka tersebut saat dikonfirmasi beritajateng.tv melalui sambungan WhatsApp, Rabu 5 Juli 2023.
Ia mengaku optimis bisa mencapai target tersebut. Pihaknya menyebut ada beberapa negara yang akan pihaknya bidik menjadi target investasi.
“Tentunya kepada berbagai negara, namun yang Tim Jateng sudah sampaikan melalui kedutaan Uni Emirat Arab, menyusul Jepang, dan Korea,” tutur Sakina saat dihubungi beritajateng.tv, Rabu 5 Juli 2023.
DPMPTSP Provinsi Jateng memiliki beberapa strategi dalam menggaet investor asing. Upaya pertama yakni dengan menyelenggarakan event dengan menggandeng sejumlah pihak.
Salah satunya even Central Java Renewable Energy Investment Forum 2023 yang bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) pada Selasa, 4 Juli 2023.
Tak hanya itu, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan kedutaan besar dari negara asing sekaligus mempromosikan potensi investasi yang Jateng miliki di berbagai sektor. Hingga saat ini, terdapat sejumlah negara yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Jateng di bidang investasi dan penanaman modal.
“Kami juga melakukan sounding ke kedutaan-kedutaan beberapa negara. Terutama 10 negara investor di Jateng. Ada Jepang, Korea, China, Amerika. Baru kemarin juga kami ke kedutaan Uni Emirat Arab,” ucap Sakina.
Selain di kedutaan negara asing yang ada di Indonesia, Pemprov Jateng juga menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di tersebar di berbagai negara.
“Kami juga ke KBRI Jepang, KBRI Malaysia, Kantor Dagang Ekonomi Taiwan, Korea, itu juga kami tembusi. Di samping itu kami tiap mingggu juga ada tamu yang datang ke kantor kami,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkot Dorong Investasi di Semarang dengan Permudah Perizinan dan Pembenahan Infrastruktur
Buka pintu seluas-luasnya bagi investor untuk investasi di Jateng
Sakina memaparkan, DPMPTSP membuka pintu seluas-luasnya kepada para investor untuk menanamkan modal di Jateng. Hal ini ia lakukan dengan mempermudah perizinan. Bahkan menurut Sakina, tiap satu minggu pasti ada investor yang berkunjung ke Jateng.
Di samping itu, Pemprov Jateng juga memanfaatkan hubungan yang terjalin antarperusahaan yang melakukan investasi di Jateng. Menurutnya, antar perusahaan dapat saling bertukar informasi terkait peluang investasi di Jateng.
“Ada dari Vietnam, dari China, dari Hongkong. Setiap minggu kami didatangi. Minggu ini kalau tidak salah kami didatangi dari China. Kebanyakan mereka investasi ada mobil listrik ada garmen, dan lain-lain,” ungkap Sakina.
Untuk diketahui, pada triwulan I tahun 2023, ada 5 (lima) negara teratas yang menanamkan investasinya di Jateng. Adapun kelima negara itu adalah Hongkong dengan realisasi investasi U$ 128,65 juta, Korea Selatan (U$ 98,43 juta), Luxembourg (U$ 30,58 juta), Singapura (U$ 20,78), dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar U$ 19,69 juta.
Manfaatkan potensi EBT Jateng untuk gaet investor
Sakina menilai Provinsi Jateng berpotensi dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Menurut keterangannya, terdapat 4 (empat) investasi EBT di Jateng yang siap ia tawarkan kepada investor asing.
“Empat itu ada di Baturaden, ada di Umbul Sidomulyo, ada di Waduk Wadaslintang, ada yang di Banyumas. Itu ada empat dan proposalnya sudah lengkap. Artinya sudah ada perhitungan potensi, analisa usaha, analisa ekonominya, ada jg contact persin masing-masing investasi yang kita tawarkan,” terang Sakina.
Baginya, EBT yang ada di Jateng sangat penting dan potensial. Ia meyakini, 31 kabupaten/kota lainnya di Jateng dapat mengembangkan EBT yang ada sama seperti 4 (empat) daerah yang ia sebutkan.
“Kami yakin di 31 Kabupaten/Kota yang lain ada potensi-potensi terkait EBT yang belum kami gali, tetapi yang empat ini proposalnya sudah lengkap,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





