SEMARANG, beritajateng.tv – Jangan Buang Ibu salah satu film bioskop drama keluarga terbaru di tahun 2026 yang tayang pada bulan Juni.
Film ini memiliki daya tarik yang cukup menarik karena ceritanya begitu dekat dengan fenomena yang ada di masyarakat.
Banyak sosok ibu yang pengorbanannya seringkali terabaikan bahkan ia cukup menderita hanya demi mempertahankan rumah tangganya.
Tidak jarang pula, banyak ibu yang menutupi kesedihannya demi melihat anaknya bahagia. Oleh karena itu, banyak sekali yang penasaran dan tidak sabar untuk menyaksikan film tersebut.
BACA JUGA: Fakta Menarik Film Sajen Satu Suro: Menampilkan Kolaborasi Lintas Generasi
Kabar baiknya, film ini tayang di bioskop mulai hari ini 28 Juni 2026. Sebelum nonton, yuk simak berikut ini informasi seputar review dari film tersebut.
Review Film Jangan Buang Ibu
Film Jangan Buang Ibu sejak awal memang terancang sebagai sebuah drama emosional yang bertujuan menyentuh hati penonton hingga menguras air mata.
Namun, karya sutradara Hadrah Daeng Ratu ini tidak hanya mengandalkan adegan-adegan yang mengharukan semata. Di balik nuansa melodramanya.
Film ini tetap berupaya menghadirkan alur cerita yang tertata dengan baik melalui kisah tentang kerinduan mendalam akibat kehilangan orang tersayang.
Perasaan kehilangan tersebut kemudian meninggalkan luka, penyesalan, serta berbagai ketidaksempurnaan yang membentuk perjalanan emosional para karakternya.
Hadrah Daeng Ratu tampak memberikan perhatian besar terhadap setiap adegan agar mampu memperlihatkan perkembangan emosi sekaligus problematika hubungan antar tokoh secara natural.
BACA JUGA: Daftar Film Bioskop Tayang Juli 2026 Mendatang, Lengkap Semua Genre
Dari satu momen ke momen lainnya, penonton akan memahami latar belakang, kepribadian, hingga konflik batin yang masing-masing karakter alami.
Dukungan sinematografi garapan Fahmy J. Saad juga menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Pergerakan kamera yang dinamis tetap terasa leluasa meski banyak adegan berlangsung di ruang yang sempit.
Justru keterbatasan ruang tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat atmosfer pengap dan tekanan emosional yang semakin meningkat seiring berkembangnya konflik dalam cerita.





