JAKARTA, beritajateng.tv – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat langkah transformasi bisnis melalui agenda besar bertajuk TLKM 30.
Program ini menjadi strategi jangka menengah perusahaan hingga tahun 2030 untuk memperkuat fundamental bisnis. Sekaligus meningkatkan daya saing Telkom di industri digital global.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut untuk mengeksekusi berbagai inisiatif strategis yang telah dirancang.
Transformasi ini mencakup penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, restrukturisasi anak usaha, hingga pembentukan strategic holding. Guna meningkatkan efisiensi operasional serta membuka potensi nilai dari berbagai aset TelkomGroup.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, TLKM 30 bukan sekadar program transformasi internal. Melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional.
“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom. Sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham,” ujar Dian dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta.
BACA JUGA: Mudik Gratis TelkomGroup 2026: Sediakan 27 Bus dan 3 Rute Kapal, Berangkat 17 Maret
Ia menambahkan, transformasi ini juga di arahkan untuk meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan dividen yang lebih optimal bagi pemegang saham.
Dalam forum tersebut turut hadir jajaran direksi Telkom, di antaranya Direktur Legal & Compliance Andy Kelana. Direktur Wholesale & International Service Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Faizal Rochmad Djoemadi, serta Direktur Human Capital Management Willy Saelan.
Transformasi TLKM 30 dirancang untuk memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda reformasi pengelolaan BUMN melalui misi Danantara yang menekankan praktik governance yang lebih prudent dan disiplin dalam pengelolaan aset.
Telkom melakukan berbagai langkah pembenahan, mulai dari normalisasi aset, peningkatan kualitas pencatatan keuangan, hingga penerapan sistem pengeluaran yang lebih akuntabel.
Sebagai perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange. Telkom juga memastikan seluruh operasional perusahaan tetap mematuhi regulasi yang berlaku baik di Indonesia maupun Amerika Serikat.
Di sisi operasional, perusahaan juga mendorong peningkatan operational excellence melalui perbaikan proses bisnis, efisiensi alokasi modal. Serta penguatan budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi dan akuntabilitas.
Langkah ini menjadi krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital yang mandiri di Indonesia.
Progres Nyata Implementasi TLKM 30
Salah satu progres nyata dari implementasi TLKM 30 adalah pembentukan entitas FiberCo melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.
Langkah ini menjadi tahap awal strategi unlocking value pada bisnis infrastruktur digital Telkom.
InfraNexia nantinya akan berfokus pada pengembangan jaringan fiber sekaligus meningkatkan efisiensi investasi dan operasional. Selain itu, entitas ini juga membuka peluang kerja sama strategis seperti network sharing dengan berbagai mitra industri.
Telkom menilai, bisnis fiber akan menjadi salah satu engine of growth baru bagi TelkomGroup dalam beberapa tahun ke depan.
Selain fiber, perusahaan juga menyiapkan strategi pengembangan nilai dari bisnis infrastruktur lainnya. Termasuk data center melalui NeutraDC serta bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel.
Transformasi TLKM 30 juga menyasar penataan portofolio anak usaha agar perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.
Evaluasi Penuh Entitas Usaha
Telkom melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas usaha guna menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.
Salah satu langkah awal adalah penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement oleh TelkomMetra terkait rencana divestasi penuh PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya TelkoMedika.
Divestasi ini merupakan bagian dari strategi penataan bisnis non-core di lingkungan TelkomGroup.
Melalui langkah tersebut, Telkom ingin memastikan sumber daya perusahaan lebih fokus mendukung pengembangan bisnis digital dan telekomunikasi yang menjadi inti pertumbuhan perusahaan.
Ke depan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama.
Empat pilar tersebut meliputi layanan B2C, B2B ICT, digital infrastructure, serta international business.
Melalui struktur ini, Telkom berharap setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam serta mampu bergerak lebih lincah dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital di Indonesia.
“Dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” kata Dian.
Transformasi TLKM 30 harapannya tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan. Tetapi juga menjadi pendorong utama percepatan ekosistem digital nasional menuju Indonesia yang lebih terhubung di masa depan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





