Uncategorized

Terekam Sedang Menari-nari Diduga Aliran Sesat, Pakar Geopolitik: Bukan Sebuah Ritual Tetapi itu Tradisi

×

Terekam Sedang Menari-nari Diduga Aliran Sesat, Pakar Geopolitik: Bukan Sebuah Ritual Tetapi itu Tradisi

Sebarkan artikel ini
pakar geopolitik
Dina Sulaeman Pakar Geopolitik. (Foto: [email protected])

SEMARANG, beritajateng.tv – Warganet masih di hebohkan dengan unggahan video yang di duga merupakan aliran sesat sehingga memancing banyak perhatian termasuk salah satu pakar geopolitik.

Dina Sulaeman yang berasal dari Timur Tengah kini angkat bicara mengenai video tersebut.

Di kutip dari akun twitter miliki pribadinya yaitu @dina_sulaeman, ia menjelaskan menganai video yang di duga merupakan aliran sesat.

“Saya langsung paham apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya.

“Namanya tradisi, di Timur Tengah emang kalau sedih tradisinya memukul-mukul dada. Ada yang bilang gaboleh, soal boleh atau gaboleh itu diskusi bidang figih ya, bukan wilayah saya” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari bentuk peringatan Asyura atau 10 Muharram.

Umumnya beberapa daerah melakukan tradisi dengan menyanyikan lagu qosidah atau memukul-mukul dada ketika hari Asyura tiba.

Dia selaku pakar geopolitik juga mengatakan bahwa para ulama di Timur Tengah melarang sebuah aksi yang dapat melukai diri mereka meski sekedar bentuk perayaan.

Sehingga apabila hanya sekedar menepuk-nepuk dada di perbolehkan selama itu tidak saling melukai satu sama lain.

Tak hanya memberikan penjelasan terkait video yang di duga merupakan aliran sesat tersebut.

Ia ternyata menunjukkan beberapa video yang serupa seperti video yang viral di Gegerkalong.

Video yang di tunjukkan oleh Dina menampilkan beberapa orang sedang menepuk-nepuk dada dengan di irinya sebuah lagu.

Dari situ Dina menarik kesimpulan bahwa apa yang terjadi di Gegerkalong bukanlah sebuah ritual penyembah setan.

Hal itu melainkan sebuah tradisi dalam bentuk peringatan Asyura yang sudah biasa di lakukan.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp