Selain tahlil, sang pelaku juga aktif mengikuti ekstrakulikuler pramuka dan pancak silat. Tak hanya di sosial media saja, hal ini juga terkonfirmasi oleh Wakapolresta Cilacap, AKBP Arif Fajar Satria yang pihaknya turut menangani MK.
Alih-alih menggunakan kemampuannya untuk berbuat kebaikan, sang pelaku menggunakannya untuk menghajar adik kelasnya itu.
Adapun AKBP Arif mengatakan bahwa kasus bullying ini bermula ketika MK mendengar bahwa korban perundungan telah bergabung dengan geng lain.
Komentar Netizen
Melihat soal prestasi yang AMK miliki ini membuat netizen berbondong-bondong mengomentari sosoknya di sosial media. Tak sedikit juga yang menyayangkan kemampuannya.
“Miris bacanya, juara tartil tapi kelakuan,” sahut yang lain.
“Sayang yah padahal berprestasi,” timpal lainnya.
BACA JUGA:Viral Bullying Siswa SMP di Bekasi, Pihak Sekolah: Mereka Enjoy
“Ni orang ikut pencak silat , ikut kegiatan ngaji juga trus tartilnya juga bagus, tapi tetep gabisa jaga akhlak gabisa praktekin isi dari Al-Qur’an itu sendiri, makanya klo ketangkap pasti ibu bapaknya bilang, engga ko anak kami ini soleh kalo di rumah,” tulis salah satu netizen.
Atas kasus ini, kabarnya polisi sudah menangkan MKY dan WS (14) untuk klarifikasi. Selain pelaku tersebut, polisi juga meminta keterangan dari dua saksi mata soal polemik ini.(*)





