Hukum & Kriminal

Tewas Ditembak Polisi, Pupus Sudah Cita-cita Gamma Siswa SMKN 4 Semarang untuk Jadi Tentara

×

Tewas Ditembak Polisi, Pupus Sudah Cita-cita Gamma Siswa SMKN 4 Semarang untuk Jadi Tentara

Sebarkan artikel ini
Keluarga Siswa Gamma Ayah Gamma
Mendiang siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy. (Foto: Instagram/@paskibrabelanegara)

SEMARANG, beritajateng.tv – Harapan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy, menjadi personel Tentara Negara Indonesia (TNI) mesti sirna. Sebelum mampu mewujudkannya, Gamma tewas diduga menjadi korban penembakan oleh oknum polisi.

Sejak SMP, Gamma ternyata bercita-cita menjadi seorang tentara. Ambisinya itu yang kemudian membuatnya bergabung ke berbagai kegiatan ekstrakulikuler seperti paskibra, pramuka, hingga bela diri pencak silat.

Sayangnya, belum genap sebulan mengikuti latihan pencak silat, nyawanya melayang sepulang dari latihan, Minggu, 24 November 2024 dini hari lalu.

“Jam setengah delapan pamit untuk latihan pencak silat. Biasanya jam 11 udah pulang. Kemarin jam 10 ngabarin masih makan. Jam 11 atau jam 12 ditelepon berdering tapi tidak diangkat,” ungkap salah satu perwakilan keluarga yang enggan disebutkan namanya, Minggu, 1 Desember 2024.

BACA JUGA: Aipda Robig Penembak Siswa Semarang Telah Lakoni Sidang Etik, Sanksi Bisa Pemberhentian Tidak Hormat

Ia menyebut, Gamma memang bercita-cita untuk mengabdi kepada negara. Bukan sebagai polisi sebagaimana kebanyakan orang, Gamma justru ingin menjadi seorang tentara.

Oleh karena itu, ia tak percaya dengan kronologi versi polisi yang menyebut Gamma sebagai anggota gangster yang hendak tawuran. Sebab, selama ini Gamma tak pernah neko-neko (aneh-aneh).

“Cita-citanya aja jadi tentara, makanya ikut kegiatan pramuka dan paskibra dari SMP. Baru sebulan ini [dia] ikut pencak silat,” imbuh pria itu.

Keluarga Gamma siswa SMKN 4 Semarang tuntut pelaku mendapat hukuman pidana

Lebih jauh, keterangan awal polisi yang menyebut Gamma sebagai anggota gangster ternyata membuat keluarga besarnya terkejut. Di rumah, Gamma merupakan pribadi yang baik.

Gamma sendiri ialah sosok yang pendiam, tak pernah keluar malam, bahkan berprestasi di kegiatan sekolah.

“Di luar sekolah juga cuma ikut pencak silat. Tidak ada senjata tajam di rumah. Kalau dibilang beli di marketplace, mana buktinya?” kata dia.

BACA JUGA: Kompolnas Sebut Kantongi Jejak Digital Kasus Polisi Tembak Siswa SMK Semarang, Ada Rekaman CCTV?

Hingga saat ini, pihak keluarga belum pernah melihat rekaman CCTV yang pihak kepolisian klaim sebagai bukti terjadinya tawuran.

Meski begitu, keluarga berharap bahwa proses ekshumasi dan autopsi dapat menguak bukti baru atas penyebab meninggalnya Gamma. Selain itu, keluarga juga berharap pelaku penembakan menerima hukuman seberat-beratnya termasuk pemecatan dari polisi.

“Harapannya pelaku dapat hukuman pidana, enggak cuma hukuman etik yang hanya 14 hari. Tuntutannya pidana, dan yang pasti pengembalian nama baik Gamma,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp