Tia Hendi Ajak Kartini Masa Kini Berpikir Cerdas dan Sehat

Semarang, 21/4 (BeritaJateng.tv) – Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi memaknai Hari Kartini menjadi momentum untuk mengingat perjuangan emansipasi wanita. Sosok Kartini membuat perempuan di Indonesia memiliki daya upaya.

Maka, wanita yang akrab disapa Tia Hendi tersebut mengajak para kartini masa kini untuk bisa hidup cerdas serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Jadi kartini masa kini yang cerdas, bersosialisasi dengan lingkungan, banyak menimba ilmu, memahami kesehatan keluarga. Perempuan itu sangat potensi dan berharga terutama bagi keluarga,” paparnya saat menghadiri talkshow Perempuan Sehat Keluarga Hebat di Balai Kota Semarang, dalam rangka peringatan Hari Kartini, Kamis (21/4/2022).

Menurutnya, perempuan harus cerdas dalam arti bisa menyikapi berbagai persoalan.

Misalnya, harus mengetahui penanganan yang tepat saat buah hatinya sedang sakit, mengambil langkah yang bijak saat kondisi pandemi berdampak pada keluarganya, dan sebagainya.

Kemudian, perempuan sebisa mungkin dapat menciptakan suasana rumah yang damai dan nyaman bagi anggota keluarganya.

Dia juga mengajak perempuan untuk hidup sehat.

Tak hanya sehat secara lahir, perempuan juga harus sehat secare mental. Guna mendukung hal itu, lingkungan juga harus sehat.

“Mau sehat atau tidak tergantung kita. Apakah mau mengonsumsi makanan yang sehat atau tidak sehat, memanage stress kita.

Kalau kita sehat tidak hanya untuk diri kita tapi juga keluarga akan sehat,” ujar Tia.

Tak hanya pada usia produktif, lanjut dia, perempuan yang sudah memasuki masa menopouse juga dirldorony untuk tetap produktif, cerdas, dan tetap segar.

Maka, me time atau waktu khusus untuk diri sendiri juga diperlukan bagi wanita untuk tetap membuat badan tetap sehat dan bugar.

Narasumber Talkhsow, dr Hari Cahyanto mengatakan, perempuan juga perlu mempersiapkan masa tua yang sehat tanpa keluhan menopouse. Biasanya, menopouse mulai terjadi pada usia 45 – 54 tahun.

Menurutnya, umur harapan hidup manusia semakin hari semakin panjang dimana saat ini di Indonesia mencapai 73 tahun.

Jika menopouse mulai terjadi pada usia 45 – 54 tahun, artinya masa menopouse semakin panjang. Maka hal itu harus dipersiapkan dengan baik.

Dia menyebut, ada beberapa gejala yang dialami saat perempuan menuju masa menopouse antara lain hot faces, keringat malam hari, vagina kering atai gatal, mens tidak teestue, perut mulai sering kembung, pertambahan lemak mulai mengumpul di perut. Agar tidak mengalami keluhan menopouse, perlu menjaga kesehatan sejak usia muda.

“Harus ada me time untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. Ini dimilai sebelum menopouse. Harus ada rutinitas sejak usia 37 tahun,” ujarnya.  (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.