Jateng

Tiga Kecamatan di Batang Terdampak Gempa, BPBD Jateng: Terparah Karangasem, KITB dan PLTU Aman

×

Tiga Kecamatan di Batang Terdampak Gempa, BPBD Jateng: Terparah Karangasem, KITB dan PLTU Aman

Sebarkan artikel ini
gempa batang
Petugas memeriksa kerusakan bangunan rumah warga akibat gempa bumi 4,4 magnitudo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gempa dengan kekuatan magnitudo 4 hingga 4,6 SR di Batang, Jawa Tengah menyebabkan puluhan bangunan rusak dan 12 warga luka-luka akibat reruntuhan bangunan.

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu melanda Batang pada Minggu, 7 Juli 2024.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menyebut tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hal itu Bergas sampaikan saat beritajateng.tv temui di komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin 8 Juli 2024.

“Saat ini memang terjadi beberapa dampak kerusakan. Kalau berkaitan dengan korban jiwa, yang meninggal dunia nol orang. Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah,” ujar Bergas.

Adapun belasan warga luka-luka itu sudah kembali ke kediaman masing-masing. Menurut keterangannya, ada yang mengalami luka ringan hingga sedang.

BACA JUGA: Rembang Gelar Mitigasi Gempa Bumi, Waspada Gempa di Atas Sesar Pati Aktif

Sementara itu, kata Bergas, masih ada satu korban yang ia perkirakan mengalami patah tulang akibat gempa. Korban itu masih menjalani observasi di RSUD setempat.

Bergas menjelaskan, sebanyak tiga kecamatan yang mengalami gempa. Antara lain Kecamatan Batang, Kecamatan Wonotunggal, dan Kecamatan Karangasem.

Menurut keterangannya, wilayah paling terdampak tak lain ialah Kecamatan Karangasem.

Beberapa bangunan seperti Kantor Bupati Batang pun terdampak gempa.

“Kantor Bupati Batang bangunannya rusak ringan, termasuk Masjid Agung. Ada fasos-fasum, termasuk di dalamnya ada rumah rusak berat itu sekitar 6 unit. Sisanya rusak sedang sampai ringan, sekitar 50 bangunan,” ungkapnya.

Bergas pastikan KITB dan PLTU di Batang tak terdampak gempa

Bergas mengaku telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, utamanya dengan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki untuk rencana pembersihan dan penanganan yang sifatnya darurat.

Sehingga, kata Bergas, pemulihan dapat segera dilakukan.

Pihaknya memastikan kawasan strategis seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tak terdampak gempa.

“Kawasan-kawasan strategis seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), itu, Alhamdulillah tidak terdampak. Termasuk PLTU juga tidak terdampak,” ucapnya.

Batang berstatus tanggap darurat

Sejak terjadinya gempa, Bergas telah menetapkan status tanggap darurat di Batang. Ia menyebut sempat terjadi gempa susulan, namun setelahnya dinyatakan aman.

“Kemarin ada gempa susulan sekitar 2 SR dan itu tidak terlalu terasa. Hari ini sudah clear, artinya sudah tidak ada lagi,” imbuh Bergas.

BPBD Jawa Tengah, tutur Bergas, akan menggelar rapat koordinasi (rakor) berkaitan dengan penanganan untuk 7 hari sampai 14 hari mendatang.

BACA JUGA: Guncangan Gempa di Tuban Terasa Hingga Blora, Warga Berhamburan Keluar

Hingga saat ini, Bergas mengungkap BPBD Batang juga masih mendata korban terdampak dan kerugian yang dialami akibat gempa tersebut.

“Hari ini dilakukan assessment, termasuk dari Disperakim Provinsi Jateng. Kita minta tolong untuk bisa dilakukan standarisasi terkait kerusakan rumah,” jelasnya.

Bergas berharap, warga terdampak di Batang bisa segera pulih dan kegiatan masyarakat juga berlangsung normal. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp