Dalam kesempatan itu, Sumarno juga menyinggung soal kejujuran ASN dalam menjalankan tugas. Ia mengibaratkan praktik fake presensi seperti pekerja yang membohongi pemberi kerja.
“Kalau kita di rumah mengundang tukang memperbaiki rumah, terus dia fake absen atau bohong absennya, kira-kira kita rela enggak? Kalau kita enggak mau, ya jangan melakukan hal yang sama,” tandas Sumarno. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





