BLORA, beritajateng.tv – Program “Sekolah Rakyat” gagasan Presiden Prabowo Subianto mulai berjalan, dan Blora menjadi salah satu daerah yang beruntung menjalankan program ini.
Sekolah gratis berasrama untuk tingkat SMA sederajat ini peruntukannya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Lokasinya berada di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora.
Pembangunan berlangsung atas kerja sama Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemkab Blora, dengan memanfaatkan eks gedung SDN 4 Balun yang telah merger beberapa tahun lalu.
Gedung tersebut sedang direhabilitasi dan direnovasi untuk memenuhi kebutuhan ruang pembelajaran, termasuk ruang kelas, laboratorium, asrama siswa, musala, serta fasilitas MCK.
BACA JUGA: Tahun Ini 65 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Wamensos Rekrut Guru hingga Kepala Sekolah
Bupati Blora, Arief Rohman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan pada Kamis, 26 Juni 2025 sore, guna memastikan progres proyek.
“Alhamdulillah, kesiapannya sudah mencapai 76 persen. Kami berharap bisa selesai dan diresmikan pada minggu pertama Juli, agar siap menyambut tahun ajaran baru yang dimulai minggu kedua Juli,” ujarnya, Jumat, 27 Juni 2025.
Saat meninjau lokasi, Arief meminta agar ventilasi di ruang asrama siswa berpenutup untuk mencegah gangguan nyamuk. Ia juga menegaskan pentingnya perbaikan pagar pengaman di lantai dua gedung.
Arief meminta Camat Cepu untuk mengoordinasikan pembongkaran gedung yang mangkrak di depan sekolah agar akses masuk lebih lebar dan tampak jelas dari jalan raya.
Sekolah Rakyat di Cepu Blora siap terima siswa baru
Hartono, pelaksana proyek dari penyedia jasa Nindya-Adhi KSO, menyatakan bahwa pembangunan telah mencapai 76,76 persen. Sekolah Rakyat tersebut siap menerima siswa baru untuk tahun pelajaran 2025-2026.
“Sekolah ini akan memiliki asrama putra, asrama putri, MCK terpisah, serta ruang kelas dan laboratorium,” ungkapnya.
Dana pembangunan “Sekolah Rakyat” ini menggunakan anggaran total Rp322 miliar. Sumbernya dari Satker Direktorat Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU. Dana tersebut yakni untuk 65 sekolah yang tersebar di 24 provinsi.





