Menanggapi perihal tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X melalui Kabiro Bermas Prov DIY H. Sukamto S.H., M.H bertempat di Pendopo Taman Berdowoharjo Kabupaten Sleman Yogyakarta menyambut baik program ini.
“Atas nama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Saya mengucapkan terima kasih disertai penghargaan yang tinggi kepada Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono, S.I.P., M.Si., dan Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana S.H.,M.,Han beserta seluruh jajarannya, atas keterpanggilan tanggung jawab dalam melaksanakan TNI Manunggal Membangun Desa yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman Yogyakarta,” ujarnya.
Bahkan sebagai bentuk dukungan dan memberikan semangat para anggota Satgas TMMD regular ke 113 Tahun 2022 Kodim 0732/Sleman, warga juga memasang spanduk di pintu masuk dusun Karangasem.
Spanduk tersebut bertuliskan slogan “Holobis-Kuntul Baris” yang bermakna mengajak masyarakat untuk bahu-membahu saling membantu sehingga terwujud Indonesia Maju.
Salah satu Warga Karangasem, Sukarmin (51) mengungkapkan, pemasangan spanduk ini sengaja dibuat sebagai penyemangat anggota Satgas TMMD yang telah membantu membangun di desanya.
“Spanduk itu dipasang atas inisiatif warga pak, sebagai bentuk penyemangat ucapan terima kasih kepada TNI/Polri dan Pemerintah daerah yang telah membangun di desa kami” ungkapnya.
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengungkapkan bahwa program ini berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.
TMMD merupakan metode merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan kebangsaan.
Selain sebagai pembangunan dan pemberdayaan wilayah, TMMD juga berperan sebagai upaya untuk meningkatkan interaksi, kontribusi dan kebersamaan dengan semua komponen bangsa.
“Lewat program TMMD, seluruh elemen masyarakat bersatu menggelorakan semangat untuk selalu siap berjuang secara kolektif. Bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengimplementasikan dalam wujud pembangunan baik secara fisik maupun non fisik,” ungkapnya.
Salah satu daerah yang mengalami permasalahan dengan pembangunan adalah Dusun Karangasem, Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman.





