Lebih lanjut, Frans menyoroti alasan pemerintah yang ingin menekan konsumsi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Ia menilai sektor industri justru tidak bisa lepas dari penggunaan energi, terutama untuk distribusi dan logistik.
“Kalau kita, ya bisa rugi biaya, rugi dunia usaha, mengganggu produktivitas. Kalau harga minya naik, biaya produksi juga pasti naik. Tapi ya ini tugas pemerintah gimana memberi solusi paling baik untuk semuanya,” ucapnya.
BACA JUGA: DPRD Kota Semarang Dukung WFA ASN, Ingatkan Jangan Ganggu Pelayanan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa penerapan skema WFH secara terbatas, yakni satu hari dalam lima hari kerja. Pemerintah saat ini masih mematangkan konsep teknis sebelum kebijakan tersebut di umumkan secara resmi.
Airlangga menegaskan kebijakan ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diikuti oleh sektor swasta dan pemerintah daerah. Langkah ini diproyeksikan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah dampak geopolitik global seperti konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (*)
Editor: Farah Nazila





