Menurutnya, perayaan kali ini cukup sederhana. Namun, dia mengaku bangga karena yang dirayakan adalah substansi filosofi imlek.
“Tuk panjang filosofi yang terdalam dari imlek. Makan malam bersama keluarga yaitu keluarga besar Kota Semarang,” ungkapnya.
Dihidupkannya kembali kegiatan berbelanja di Pasar Gang Baru menjelang Imlek, kata dia, juga menjadi titik awal dengan harapan pasar semakin ramai dan laris.
Pihaknya berusaha merevitalisasi aset pusaka di Kota Semarang yakni Pecinan.
“Disini bukan hanya gedung saja, klenteng saja, tapi kegiatan ekonomi jasi warisan pusaka. Jangan sampai pasar gang baru hilang dan punah. Kita harus hidupkan kembali gang baru jadi pusat perbelanjaan dan wisata,” terangnya. (Ak/El)





