BACA JUGA: Lari 150 KM Gunung Lawu – Kantor Gubernur Jateng, Forum Rakyat Tolak Proyek Geothermal
Sayangnya, kata Dwi, gemerlap pariwisata ini justru membuat masyarakat perlahan abai terhadap potensi bencana dan daya dukung lingkungan di lereng gunung.
“Bisa ribuan orang berada di puncak. Waktu puncak liburan sekolah kemarin, sempat tutup beberapa jam karena pengunjung di atas tidak bisa diurai. Dari faktor ramainya wisata itu saja, seolah kita sudah mengabaikan ancaman atau cerita-cerita tentang longsor,” kata dia.
Dwi melihat kondisi tersebut menyulitkan kesadaran kolektif warga untuk bersikap terkait masuknya proyek industri skala besar di kawasan ekologis mereka.
“Lalu dengan masuknya proyek ini, apakah kita akan menerima begitu saja? Saat ini kami memang belum menemukan cara dari mana harus memulai perlawanan,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





