Jateng

Trotoar Depan SMKN 1 Bawen “Hilang” Tertimbun Semak, Pejalan Kaki Terpaksa Lewat Badan Jalan

×

Trotoar Depan SMKN 1 Bawen “Hilang” Tertimbun Semak, Pejalan Kaki Terpaksa Lewat Badan Jalan

Sebarkan artikel ini
Trotoar Bawen
Kondisi trotoar di ruas Jalan Kartini atau tepatnya di depan SMKN 1 Bawen yang hilang ditumbuhi rumput liar dan semak belukar, Rabu, 25 Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga di lingkungan Berokan, Kelurahan Bawen, Kabupaten Semarang, mengeluhkan kondisi trotoar di sepanjang Jalan Kartini yang terbengkalai. Fasilitas bagi pejalan kaki tersebut kini “hilang” akibat tertimbun tanah dan banyak tumbuh rumput liar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 300 meter yang berlokasi tepat di depan SMKN 1 Bawen ini tertutup tanah dengan ketebalan hampir satu meter. Kondisi ini membuat fungsi trotoar lumpuh total dan memaksa warga maupun siswa berjalan di badan jalan.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama. Sejak trotoar hilang tertimbun semak, kami harus berjalan di pinggir jalan raya. Padahal lalu lintas di sini sangat ramai karena menjadi jalur alternatif Bawen–Ambarawa,” ungkap warga setempat, Alif (32), Rabu, 25 Februari 2026.

BACA JUGA: Pemindahan Makam Terdampak Tol Yogya-Bawen, Pemkab Semarang Minta Awali Penilaian Harga

Kondisi ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kabupaten Semarang, Imam Karsono. Politisi PDI Perjuangan ini menyayangkan kurangnya kepedulian Pemerintah Kabupaten Semarang terhadap perawatan fasilitas publik.

Menurutnya, meski bukan kasus korupsi, pembiaran infrastruktur hingga tidak dapat digunakan merupakan kerugian bagi masyarakat karena hak keamanan pejalan kaki terampas.

“Sangat disayangkan, apalagi lokasi ini berada di kawasan pendidikan. Mestinya fasilitas publik dirawat, dibersihkan, dan ditata rapi agar nyaman digunakan siswa dan warga yang hendak menuju Pasar Hewan Ambarawa,” tegas Imam.

BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Yogya-Bawen di Kabupaten Semarang Capai 85 Persen, Sisa Bidang Tanah Kecil

Imam mendesak para pemangku kebijakan dan stakeholder terkait untuk segera turun tangan melakukan normalisasi jalur pedestrian tersebut.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut menggunakan uang rakyat, sehingga pemeliharaannya wajib menjadi prioritas.

“Jangan sampai kesan Kabupaten Semarang menjadi buruk di mata warga luar daerah yang melintas hanya karena infrastrukturnya kumuh dan tidak terawat. Ini baru satu titik di depan SMKN 1 Bawen, saya khawatir ada titik lain yang kondisinya serupa,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp