Dhoni mencatat terdapat 14 ASN Pemprov Jawa Tengah yang mengajukan pengunduran diri pada 2025. Sementara hingga 13 Agustus 2026, jumlahnya sebanyak tujuh orang.
Ia mengatakan, seluruh pengajuan tersebut masuk dalam kategori APS atau pengunduran diri atas permintaan sendiri.
Dhoni menegaskan, alasan pengunduran diri yang tercantum dalam pengajuan lebih banyak berkaitan dengan kepentingan individu, bukan karena pemerintah memberhentikan pegawai tersebut.
BACA JUGA: Evaluasi Empat Ribu ASN Pemprov Jateng yang WFH: Lokasi Pegawai Dipantau Lewat Aplikasi
Beberapa di antaranya memilih meninggalkan pekerjaan untuk mengembangkan usaha, sementara lainnya ingin mendampingi atau merawat orang tua.
Di tengah adanya ASN yang mengundurkan diri, Dhoni menilai profesi ASN masih menjadi salah satu pekerjaan yang banyak ԁiminati masyarakat. Utamanya bagi lulusan baru atau fresh graduate yang baru menyelesaikan pendidikan dan ingin masuk ke dunia kerja pemerintahan.
Dhoni mentuurkan, sampai saat ini belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai pengumuman seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2026 dari pemerintah pusat. Namun, ia memperkirakan antusiasme masyarakat tetap tinggi apabila seleksi CASN kembali ԁibuka.
“Memang saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai pengumuman formasi CASN. Namun untuk peminatan, saya pikir pekerjaan ini masih menjadi salah satu primadona, apalagi sekarang banyak fresh graduate yang ketika baru lulus ingin menjadi seorang ASN,” katanya.
Pihaknya mengatakan, Pemprov Jawa Tengah juga telah mengusulkan kebutuhan formasi ASN kepada pemerintah pusat.
Pengusulan tersebut ԁilakukan berdasarkan surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada Maret 2026 yang meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan formasi CASN, baik PNS maupun PPPK.
Meski demikian, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan seleksi CASN 2026.





