Sebelumnya, pada penyisihan karantina tahap pertama, 27 September 2025, menyisakan 28 atlet dari 50 peserta yang meraih Super Tiket. Kemudian karantina tahap kedua ini kembali diseleksi hingga menjadi sembilan atlet terpilih.
Kriteria penilaian oleh Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa para atlet yang berhasil lolos merupakan mereka yang mampu memenuhi penilaian ketat yang ditetapkan tim pencari bakat dan jajaran pelatih PB Djarum.
Penilaian tersebut di antaranya ialah memiliki kombinasi teknik mumpuni, berkualitas super, dan jiwa petarung sejati yang tidak mudah menyerah. Ia menggambarkan proses seleksi ini layaknya jalan terjal menuju impian besar.
“Audisi Umum PB Djarum 2025 mengalami peningkatan secara kualitas di seluruh kelompok usia baik putra dan putri, tapi di dalam klub kami punya standar-standar tertentu yang harus dimiliki atlet. Kami melihat persaingan bulutangkis dewasa ini semakin sengit,” ujar Sigit.
“Kendati demikian, kami harus menyiapkan atlet-atlet terbaik dengan kualitas super yang kelak bisa mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Maka akhirnya terpilih lah sembilan atlet yang menurut kami memenuhi kriteria,” imbuhnya.
Juara Dunia tahun 1997 tersebut juga berpesan kepada atlet-atlet muda yang baru bergabung untuk terus mengasah potensi dan kemampuan agar mampu melanjutkan estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia.
PB Djarum, kata Sigit, tak hanya memberikan pembinaan menyeluruh, tetapi juga rutin mengirimkan atletnya untuk bertanding di berbagai turnamen nasional hingga internasional. Mereka diharapkan mampu meneruskan bahkan melampaui prestasi para seniornya.
“Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar kompetisi mencari bibit unggul, tapi juga simbol ketekunan, pembuktian diri, sekaligus gerbang menuju panggung dunia. Di balik setiap raket yang terayun, tersimpan mimpi atlet Indonesia untuk membawa Merah Putih kembali berkibar di puncak bulutangkis dunia. Kami ingin adik-adik ini menjaga bara semangat juara. Jangan cepat puas, karena jalan menuju puncak prestasi masih panjang,” tutur Sigit.





