SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin mengungkap alasannya ditunjuk sebagai calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mendampingi Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum (Ketum), yang akan diajukan pada Muktamar ke-10.
Gus Yasin menyebut penunjukannya muncul dari hasil konsolidasi berbagai majelis di PPP. Mulanya, kata dia, hanya nama Agus Suparmanto yang di munculkan sebagai kandidat Ketum.
Namun, sejumlah DPW PPP kemudian menghendaki dirinya agar ikut mendampingi Agus Suparmanto. Hal itu Gus Yasin ungkap usai menghadiri deklarasi di Hotel Grand Candi, Kota Semarang, Senin, 22 September 2025 sore.
“Alhamdulillah, ini pertemuan kesekian dari DPW-DPW yang menginginkan adanya perubahan. Perjalanan ini akhirnya ada kesepakatan antar majelis-majelis, mulai dari Majelis Syariah, Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan, hingga DPP. Semua mengerucut mengusung Mas Agus Suparmanto,” ujar Gus Yasin.
BACA JUGA: Kader PPP di Jateng Serukan Agus Suparmanto-Gus Yasin Maju Ketum dan Sekjen, DPW: Kita Amankan, Menangkan
Gus Yasin mengaku, mulanya hanya nama Agus Suparmanto yang tergadang maju sebagai calon Ketum PPP. Namun, permintaan dari sejumlah DPW membuatnya ikut didorong maju sebagai Sekjen.
“Awalnya hanya nama Mas Agus ya, tetapi berjalannya waktu, ada permintaan mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, menghendaki saya untuk mendampingi Mas Agus di jajaran pengurus nanti,” akunya.
Target 90 persen suara kader Jawa Tengah
Lebih lanjut, Gus Yasin, bersama Agus Suparmanto, mengaku optimis dapat meraup dukungan 90 persen dari kader PPP di Jawa Tengah. Terlebih, sebelumnya Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie menyebut 30 dari 35 DPC PPP se-Jawa Tengah telah menyatakan dukungan kepada Agus-Yasin.
Kendati begitu, Gus Yasin tak menampik ada keraguan yang muncul dari DPC di Jawa Tengah terhadap pencalonannya dan Agus Suparmanto.
“Kalau targetnya di Jawa Tengah Insyallah di angka 90. Kita enggak mungkin bisa sapu bersih, tapi 90 persen itu sudah bisa kita tarik. Dari yang kemarin masih seliwar-seliwer, Alhamdullilah bisa kembali lagi bersama-sama, karena kita berbicara dari hati ke hati, dari sebelum Muktamar Makassar sampai ke Pemilu kemarin,” akunya.
Perihal jumlah konkret, Gus Yasin menyebut mayoritas DPC di Jawa Tengah sudah menyatakan dukungan kepada pihaknya meski tak seluruh dukungan tersampaikan secara terbuka.
“Jawa Tengah saat ini yang hadir 30 [DPC PPP], tetapi yang sudah memberikan pernyataan kepada saya secara pribadi, belum terbuka, ada lagi Insyallah,” sambungnya.
BACA JUGA: Wagub Taj Yasin Ungkap Penyebab Molornya Penyelesaian Bendungan Jragung Semarang
Sementara itu, di tingkat nasional, Gus Yasin menuturkan mayoritas DPW PPP sudah merapat ke barisan Agus-Yasin. Dari 38 DPW, hanya ada enam yang belum menyatakan dukungannya.
“Dari keseluruhan 38 provinsi hanya 6 yang belum gabung, tetapi kita coba komunikasi,” pungkas Gus Yasin.
Sebelumnya, nama mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto terusulkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030 oleh DPW PPP Jawa Tengah.
Tak hanya itu, nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin juga terusulkan sebagai Sekretaris Jenderal PPP. Perwakilan DPC PPP se-Jawa Tengah melangsungkan deklarasi bertajuk Agus-Yasin di Hotel Grand Candi, Kota Semarang, Senin, 22 September 2025 sore.
“Dengan memohon rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami pengurus PPP se-Jawa Tengah, berikrar mendukung dan memilih Haji Agus Suparmanto serta Kiai Haji Taj Yasin sebagai calon Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal dalam Muktamar ke-10 PPP tahun 2025,” ucap seluruh kader PPP yang hadir dalam deklarasi tersebut.
Tak hanya itu, mereka pun berjanji akan memenangkan Agus-Yasin dalam Muktamar ke-10 PPP yang perkiraannya akan berlangsung akhir September 2025.
“Kami berjanji akan melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama DPC se-Jawa Tengah untuk memenangkan Haji Agus Suparmanto dan Kiai Haji Taj Yasin dalam Muktamar ke-10 PPP tahun 2025,” sambungnya. (*)
Editor: Farah Nazila




