“Pandawa Kita ini akan jadi market price reference, yang artinya adalah acuan harga. Sehingga harga-harga di luar Pandawa Kita akan mengikuti harga yang kita tetapkan,” terang Rahmat.
Kios Pandawa Kita
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Kios Pandawa Kita ini merupakan kolaborasi bersama dalam menekan angka inflasi di Kota Semarang, dan Jawa Tengah.
“Kami menyampaikan maturnuwun kepada Pj. Gubernur telah mensupport adanya Pandawa Kita dan kolaborasi dengan Bank Indonesia serta BUMP kota Semarang dengan kabupaten cilacap dan kabupaten Sukoharjo dalam distribusi beras,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.
Selanjutnya, kata Mbak Ita, akan ada kolaborasi juga dengan BUMP lainnya. Tidak hanya memenuhi kebutuhan beras saja tapi juga cabai, bawang, gula dan minyak sehingga inflasi di Jawa Tengah ini bisa semakin turun.
“Kami berharap ini bisa menjadi embrio untuk food station. Kami belajar banyak dengan Jakarta, dan disupport Bank Indonesia kami akan mengembangkan pasar Kanjengan ini jadi Food Station yang lebih luas dan lengkap. Harapannya bisa menjadi penyangga komoditi di Jateng sekaligus mengendalikan laju inflasi,” Jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga meluncurkan aplikasi SIHARPA (Sistem Informasi Harga Pangan).
SIHARPA merupakan aplikasi milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang yang berfungsi dalam memantau serta mengevaluasi kualitas dan harga beras setiap hari.
“SIHARPA ini tindak lanjut dari program pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman). Di mana kita berkolaborasi dengan BUMN dan BUMD berkeliling ke kecamatan, kelurahan, tempat ibadah bahkan industri. Dengan Kios Pandawa Kita Ini memberikan kesempatan ke warga masyarakat jika tidak mendapatkan di Pak Rahman bisa terpenuhi disini,” katanya.
Menurut Mbak Ita, SIHARPA ini merupakan aplkiasi pemantauan harga, sehingga harga komoditi di 52 pasar di Kota Semarang bisa terpantau.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga menyerahkan 5.600 bibit cabai kepada TP PKK Kota Semarang. Dan 100.000 bibit cabai dan green House kepada Koperasi Tani Magelang. Hal ini sebagai komitmen penuh dalam mendukung pengendalian inflasi komoditas pangan bergejolak di Jawa Tengah, terutama komoditas cabai. (*)
Editor: Elly Amaliyah