JatengPendidikan

Upaya Yayasan Widya Mitra Tumbuhkan Minat Anak Muda Pada Budaya, Jaga Ratusan Buku Berbahasa Belanda hingga Wadahi Kreativitas

×

Upaya Yayasan Widya Mitra Tumbuhkan Minat Anak Muda Pada Budaya, Jaga Ratusan Buku Berbahasa Belanda hingga Wadahi Kreativitas

Sebarkan artikel ini
pameran fotografi
Pengunjung menikmati pameran fotografi oleh Mahasiswa Unnes yang bertempat di Gedung Widya Mitra, beberapa waktu yang lalu. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pusat Budaya Indonesia-Belanda/Eropa atau lebih akrab sebagai Widya Mitra terus berupaya dalam menumbuhkan minat anak muda akan kebudayaan Belanda, Eropa, dan kebudayaan Indonesia.

Resmi berdiri pada tanggal 5 Juni 1995, Widya Mitra memulai langkahnya setelah menerima pengelolaan sebuah perpustakaan oleh Kedutaan Belanda. Saat itu, ribuan buku baik berbahasa Belanda ataupun bahasa lainnya diserahkan kepada Widya Mitra demi menjaga sekaligus memperkenalkan publik atas sejarah masa lalu.

“Saat Widya Mitra berdiri, bisa dikatakan kami adalah rekan dari Kedutaan Belanda untuk kegiatan-kegiatan budaya dan kursusnya, kemudian pengelolaannya lanjut atau Widya Mitra ambil alih sampai dengan sekarang,” ungkap Pengelola Gedung Widya Mitra, Meity Setianingrum kepada beritajateng.tv, Rabu 27 September 2023.

Meity menyebut, pihaknya mengalami beberapa kendala dalam menjaga ribuan warisan buku tersebut. Di antaranya hilang tertinggal, orang pinjam, hingga termakan rayap.

Terlebih, mereka sempat berpindah tempat beberapa kali. Yakni pada 1998 di Stadion Diponegoro, lalu pada 1999 sampai 2004 pindah ke Jalan Imam Bardjo. Kemudian 2004 hingga 2014 di Jalan Singosari, hingga pada tahun 2015 menempati gedung tua di Jalan MT Haryono hingga saat ini.

BACA JUGA:‘Bimasakti’ Mobil Karya Anak Bangsa yang Bakal Berlaga di Belanda

Sementara untuk perawatan buku, Meity mengatakan beberapa buku mereka letakkan di lemari khusus untuk alasan keamanan.

“Kalau buku yang rentan kita simpan terpisah, kami taruh di lemari khusus, yang memang tidak bisa orang akses setiap saat, harus kami yg mengambilkan. Kalau buku yang masih baik dan terpajang perawatannya standar,” lanjutnya.

Fasilitasi Anak Muda

Selain perpustakaan dengan koleksi buku Belanda-nya, Widya Mitra juga konsen terhadap kegiatan budaya. Menurut Meity, pihaknya sering mengadakan berbagai agenda seperti Semarang Heritage Walk (SHW), pameran lukisan, bedah buku, hingga diskusi film.

Bahkan, mereka juga sempat bekerja sama dengan Erasmus Huis dalam mendatangkan musisi Belanda ke Kota Semarang.

“Musisi-musisi Belanda yang ingin tampil di Indonesia kita yang membantu memfasilitasi atau menyiapkan segala sesuatunya untuk mereka perform, khususnya di Kota Semarang,” ucap Meity.

Sementara itu, sejak tahun 2015, Widya Mitra juga menyediakan satu lantai di gedungnya untuk berbagai kegiatan mahasiswa. Tak jarang, beberapa ruangan juga kampus manfaatkan untuk menggelar kegiatan pembelajaran.

BACA JUGA:Kenalkan Seni Budaya ke Generasi Muda, Pentas Wayang on The Street Semarakkan Festival Kota Lama Semarang

“Di lantai atas kita sediakan untuk anak muda, terutama untuk pameran, 90 persen yang memanfaatkan adalah mahasiswa. Mulai dari Unnes, Undip, Unika, hingga Udinus,” imbuhnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp