Selama rekonstruksi versi Ilham berlangsung, polisi sempat membalas keterangan yang Ilham lontarkan.
“Mohon maaf, [Ilham] lupa nggih? Karena kita tadi memperagakan kejadian kecelakaan, kerusakan kendaraan ada, dua-duanya ada, tapi keterangan dari Mas Ilham kan memang dari Jalan Pahlawan terus naik ke atas, terus ke kanan Jalan Veteran ya?” ucap polisi itu kepada Ilham.
Ada dua versi kecelakaan Iko Juliant, kuasa hukum desak Polda Jateng ungkap CCTV
Saat rekonstruksi versi Ilham berlangsung, ibu Iko, Ingrid, pun mendampingi dan meminta Ilham bercerita dan memerankan yang terjadi pada saat itu secara jujur.
Berdasarkan cerita kejadian versi Ilham, Iko dan dirinya terjatuh di dekat sebuah pohon besar, depan gedung PT Bestprofit Future. Sementara berdasarkan cerita Aziz dan Ficky, mereka ditabrak oleh Iko dan Ilham di seberang gedung Tower Bersama Group atau di sebelah gedung Polda Jawa Tengah.
Usai rekonstruksi, kuasa hukum keluarga Iko Juliant Junior, Naufal Sebastian, menegaskan adanya dua versi kronologi yang saling bertolak belakang.
Menurut cerita Aziz dan Ficky, motor yang mereka kendarai Iko dan Ilham tabrak dari belakang. Namun, menurut Ilham, pihaknya justru datang dari arah Jalan Pahlawan menuju Jalan Veteran.
“Kalau menurut saksi Aziz itu arahnya satu arah. Si Aziz dan Ficky itu ditabrak dari belakang, tapi kalau menurut Ilham justru arahnya dari Pahlawan menuju ke Veteran. Jadi, kalaupun terjadi kecelakaan mestinya adu banteng, bukan disundul dari belakang. Nah, ini ada dua versi ini,” ujar Naufal.
Ia mendesak polisi segera membuka rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, keberadaan kamera pengawas di sekitar Mapolda Jawa Tengah seharusnya bisa menjadi bukti kunci untuk menjernihkan kasus ini.





