“Lokasi ini kan di samping Mapolda, kita bisa sama-sama lihat ada CCTV. Sebelah kanan ada CCTV, jadi pagar Polda itu tidak mungkin blind spot. Sebetulnya sederhana, ini akan selesai dan terang kalau Polrestabes atau Polda Jawa Tengah berani membuka CCTV itu,” tegasnya.
Naufal juga menyebut, berdasarkan keterangan Ilham, kecelakaan yang menewaskan Iko bukan karena tabrakan, melainkan karena adanya lemparan benda keras.
“Menurut saksi Ilham, dia jatuh karena lemparan. Bukan karena nabrak atau ditabrak,” ungkap Naufal.
Benda yang mengenai wajah Ilham itu, lanjutnya, menyebabkan luka hingga giginya patah. Ia memastikan kliennya tidak pernah merasa bertemu atau mengenal Aziz dan Ficky.
“Benda keras itu mengakibatkan muka terluka berdarah dan gigi patah. Dan menurut Ilham, dia tidak kenal dengan Aziz maupun Ficky,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya menyatakan tetap menghargai keterangan saksi Aziz dan Ficky. Namun, ia menekankan, Ilham konsisten mengaku pihaknya datang dari arah Jalan Pahlawan dan jatuh akibat lemparan benda keras, bukan tabrakan.
“Ilham sampai sekarang masih solid menyatakan bahwa dia dari Pahlawan,” pungkas Naufal. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





