BLORA, beritajateng.tv— Sebuah video yang beredar di media sosial, menunjukkan sejumlah bahan makanan berada di lantai depan toilet Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Beredarnya video tersebut, usai terjadi 225 siswa dan guru SMAN 1 Tunjungan, Blora mengalami gejala mual usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.
Dalam video yang beredar, sejumlah bahan baku makanan kering terlihat berada langsung di atas lantai, serta depan toilet. Tampak di antaranya tempe mentah, sayuran, bumbu-bumbu, dan beras.
Ketua Satuan Tugas MBG Blora, Sri Setyorini, bersama Sekretaris Edy Widayat, membenarkan adanya temuan seperti yang ada pada video tersebut. Kondisi tersebut menuai perhatian karena lokasi penyimpanan tidak sesuai dengan standar higienitas pengolahan makanan.
Sri Setyorini, mengatakan, bahan baku makanan, baik kering maupun basah harus berada di tempat khusus. Petugas tak boleh menaruhnya langsung di lantai, terlebih di area depan toilet.
“Secara aturan ada tempat khusus untuk menyimpan makanan kering maupun basah. Ini jelas sangat tidak higienis,” katanya, Jumat, 11 September 2026.
Satgas Usul SPPG Sukorejo 2 Tutup Permanen
Sri Setyorini mengatakan, Satgas MBG Blora mengusulkan agar SPPG Sukorejo 2 bisa tutup secara permanen.
Keputusan itu, kata dia, menjadi bagian dari evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG. Terlebih setelah munculnya kasus yang keracunan MBG yang mendera ratusan siswa dan guru SMAN 1 Tunjungan.
Sebanyak 225 siswa dan guru, informasinya menngalami gejala mual. Hingga saat ini, masih terdapat satu siswa yang menjalani perawatan di RSU Blora dan dua pelajar dirawat di RS PKU Muhammdiyah.
“Pokoknya kami usulkan untuk tutup secara permanen. Titik,” katanya.
BACA JUGA: Apa Penyebab Keracunan MBG di Blora, Rembang, dan Pati? Dinkes Jateng Ungkap Beberapa Sumber
Sorotan pada Higienitas MBG
Sekretaris Satgas MBg Blora, Edy Widayat, mengatakan, temuan bahan makanan yang berada di depan toilet menambah sorotan terhadap penerapan standar kebersihan. Khususnya dalam penyediaan makanan pada program MBG.
“Itu sudah tidak layak, tidak sesuai SOP. Harusnya penyimpanan makanan kering dan basah ada tempatnya sendiri. Tidak sembarangan begitu”; Katanya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Daerah di Blora.
Dia mengatakan, penyimpanan bahan baku merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan kualitas makanan. Apalagi makanan itu bakal menjadi konsumsi para penerima manfaat.
Editor: Diaz A Abidin





