Gaya Hidup

Viral “No Buy Challenge 2025” di TikTok, Gimana Cara Lebih Bijak Kelola Uang?

×

Viral “No Buy Challenge 2025” di TikTok, Gimana Cara Lebih Bijak Kelola Uang?

Sebarkan artikel ini
no buy challenge
Ilustrasi No Buy Challenge yang tengah viral di media sosial. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini viral sebuah video dengan judul “No Buy Challenge 2025” seiring dengan datangnya tahun baru 2025.

Adapun fenomena “No Buy Challenge 2025” ini muncul di tengah pengumuman pemerintah yang berencana menaikkan tarif pajak tambahan nilai PPN dari 11 persen hingga 12 persen mulai 1 Januari 2025.

Dengan viralnya fenomena ini di media sosial, apa sih arti dari “No Buy Challenge”?

Melansir dari banyak sumber, No Buy Challenge ini merupakan sebuah gerakan untuk mengurangi gaya hidup konsumtif dan mendorong untuk pola hidup minimalis.

BACA JUGA: Viral Soal Pewarna Rambut Pemicu Kanker, Apakah Benar? Ini Kata Ahli

Dalam melakoni hal tersebut, masyarakat diajak untuk tidak membeli barang-barang non-esensial. Seperti pakaian, parfum, atau kopi harian mereka selama setahun ke depan.

Meski tampak sederhana, tantangan ini berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi pola pikir maupun peningkatan kualitas hidup, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Menurut Psikolog Meity Arianty, di era media sosial ini, kita seringkali mudah terpengaruhi dengan apa yang orang-orang minati.

Meski tampak sederhana, tantangan ini berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi pola pikir maupun peningkatan kualitas hidup, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Sehingga dengan adanya tren ini, masyarakat akan lebih “melek finansial”, yang berarti lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Namun, menjadi melek finansial bukan berarti harus menyiksa diri dengan melakukan penghematan yang berlebihan.

“Sebab itu mustahil. Kita tetap boleh membeli kebutuhan, namun harus lebih diseleksi,” ujar Meity.

BACA JUGA: Tolak Ketinggalan, Gibran dan Jokowi Nyanyi Lagu Koplo Emak-emak Viral Lampung

Menurut Meity, melek finansial tidak berarti harus mengekang diri dengan penghematan ekstrem, melainkan tetap bisa membeli kebutuhan asalkan pilih dengan cermat.

Ia menekankan pentingnya pendekatan realistis dan fleksibel dalam menjalani tantangan ini, agar tidak mengganggu kebutuhan dasar serta bisa membantu menentukan prioritas pembelian.