SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini, Santo Suruh menjadi viral di media sosial. Pasalnya, ia membuka jasa unik yang menarik perhatian banyak orang.
Susanto, yang tinggal di Pondok Gede, Bekasi, ini mengelola akun Instagram @Suruh_Santo. Ia membuka jasa “suruhan” untuk pelbagai macam keperluan.
Santo pun kerap kali menerima bermacam permintaan aneh; salah satunya yakni mengubur hewan peliharan. Jasanya sendiri tak punya ongkos tetap, sebab, tarifnya sesuai tingkat kesulitan serta situasi dan kondisi.
Beberapa waktu yang lalu, podcast YouTube kasisolusi mengundangnya untuk berbincang terkait pekerjannya itu. Ia lantas menceritakan bagaimana awal mula membuka jasa suruh.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Jasa Sewa iPhone di Semarang Malah Ketipu, Rugi Belasan Juta!
“Saya kerja sejak 2019, background-nya tukang galon. Saya punya relasi di komplek. Dan orang-orang di sana karena baik, sering minta bantuan, suruh saya. Akhirnya saya bikin Santo Suruh. Jadi, ini inisiatif sampingan dari antar galon,” ungkap Santo.
Santo menyebut, awalnya ia memasarkan jasanya lewat WhatsApp hingga getok tular. Bahkan, usai menerima banyak pesanan, ia pun merekrut teman-temannya.
“Saya buka di WA, bikin stiker, promosiin lewat mulut ke mulut, face to face. Akhirnya dipercaya orang-orang. Setelah orderan mulai banyak, saya rekrut teman,” tuturnya.
Awal mula Santo Suruh viral di medsos
Jasa suruh miliknya itu tak serta-merta viral dan terkenal. Santo mengaku konten-konten yang ia unggah di media sosial hanyalah untuk mengiklankan jasanya. Namun, tiba-tiba postingannya menjadi viral dengan sendirinya.
“Awalnya buka di TikTok, terus di Facebook, akhirnya di IG. Setelah itu viral lewat reels, karena posting screenshot permintaan suruhan dari pelanggan,” imbuhnya.
Di balik usahanya yang sungguh-sungguh, mau melakukan apa saja demi memperoleh uang, ternyata kehidupannya tak sebagaimana orang biasa. Ternyata, ia mesti mengurus ibunya yang mengidap gangguan jiwa.
BACA JUGA: Heboh Jasa Sewa Pacar Semarang, Sering Diorder Klien Kesepian, Syaratnya Dilarang Baper
“Saya dari kecil anak yatim, ditinggal bapak, tinggal bersama ibu. Ibu saya sakit, ya gangguan jiwalah, ODGJ gitu, tapi dia masih ingat saya,” jelasnya.
“[Ibu] ngomong sendiri di rumah. Saya enggak mau hidupnya terlantar, orang tua saya tetap orang tua saya. Barangkali [pekerjaan] ini berkah dari orang tua saya,” tandas Santo Suruh. (*)





