“Kami akan menindaklanjuti dengan memasang rambu dan banner call center darurat dari relawan, SAR maupun kecamatan sendiri. Hal ini agar masyarakat bisa menghubungi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Elly.
Hal ini, sebutnya, sejalan dengan himbauan ibu Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk terus memantau dan memonitor kondisi di bendungan Pleret BKB.
“Kami sejalan dengan himbauan dan arahan ibu Walikota untuk terus memonitor, karena satu sisi ini memang hiburan masyarakat yang viral dan diinginkan masyarakat. Hiburan gratis dan murah seperti surfing Pleret ini yang kemudian viral,” imbuhnya.
Terkait pertumbuhan parkir dan PKL di bantaran sungai, Elly mengaku akan melakukan koordinasi serta penjagaan untuk menjaga ketertiban area tersebut. (*)
Editor: Elly Amaliyah





