SEMARANG, beritajateng.tv – Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan (Barantin) Jawa Tengah menyebut, ribuan tanaman bonsai asal provinsi ini siap menghiasi Negeri Tulip Belanda.
Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Karantina Jawa Tengah, Heri Widarta, mengatakan, dalam pengiriman terbaru, sebanyak 125 pohon tanaman bonsai dari 25 varietas siap ekspor ke pasar Eropa, khususnya Belanda.
“Bonsai sehat, berdaun segar, tidak ditemukan gejala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” katanya dalam keterangan tertulis di Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026.
Jaminan Kesehatan Tanaman Bonsai
Heri Widarta mengatakan, ketatnya persyaratan fitosanitari dari negara tujuan mengharuskan adanya jaminan kesehatan tanaman bonsai.
Persyaratan masuk pasar Eropa, khususnya Belanda, kata dia, mewajibkan tanaman bebas dari hama penyakit tumbuhan.
Oleh karena itu, Karantina Jawa Tengah menerapkan sistem in-line inspection. Mulai dari mana asal tanaman bonsai petani, penggantian media tanam, perlakuan, penyiraman, penyimpanan dalam screen house hingga tahap pemuatan (stuffing) siap ekspor.
BACA JUGA: Trade Expo Indonesia 2026 Bidik 8.000 Buyer Dunia, Pelaku Usaha Jawa Tengah Didorong Tembus Pasar Ekspor
Selanjutnya tanaman bonsai harus mengantongi dokumen phytosanitary certificate. Selanjutnya tanaman bonsai berlayar menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas menuju Negeri Kincir Angin, Belanda.
“Peluang ekspor ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani milenial dan pelaku usaha tanaman hias di Jawa Tengah. Tentu dengan terus meningkatkan standar budidaya tanaman,” kata Heri.
Peluang Ekspor
Dia mengatakan, dukungan penuh dari Karantina Jawa Tengah memastikan bahwa komoditas ekspor tidak hanya unggul dari segi keindahan seni visual. Akan tetapi juga terjamin aman secara kualitas hayati di pasar global.
Ya, produk ekonomi kreatif hortikultura unggulan Jawa Tengah mampu kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional.





