Jateng

Wali Kota Agustina Paparkan Capaian Program Semarang, dari Posyandu hingga Penguatan UMKM

×

Wali Kota Agustina Paparkan Capaian Program Semarang, dari Posyandu hingga Penguatan UMKM

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Agustina Paparkan Capaian Program Semarang, dari Posyandu hingga Penguatan UMKM
Kegiatan Ayo Mlaku Bareng Warga 2026 di Kota Semarang, Minggu (25/10/2026), yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memaparkan sejumlah capaian dan program Pemerintah Kota Semarang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mulai dari penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan perempuan, dukungan bagi UMKM, hingga penyediaan transportasi publik, berbagai program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga.

Hal itu Agustina sampaikan dalam kegiatan Ayo Mlaku Bareng Warga 2026 di Kota Semarang, Minggu (25/10/2026), yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan pembangunan kota membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama pemuda, ibu-ibu PKK, dan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA: Kirab Obor Porprov Jateng 2026 Tiba di Semarang, 17 Atlet Siap Berlari Menuju Stadion Jatidiri

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi warga di lingkungan masing-masing.

“Pembangunan kota ini tidak dijalankan dari balik meja, melainkan tumbuh dari kerja keras panjenengan semua di lorong-lorong RT dan RW,” ujarnya.

Salah satu program yang disoroti Agustina adalah penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemkot Semarang telah mengaktifkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara serentak di 177 kelurahan serta menyediakan layanan kesehatan gratis.

Upaya penanganan stunting juga di perkuat melalui inovasi Daycare Rumah Pelita dan Weekcare.

Selain itu, pemerintah meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat melalui cakupan Universal Health Coverage (UHC) dan perluasan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, Pemkot Semarang memberikan dukungan operasional kepada PKK RT dan PKK RW di seluruh wilayah kota.

Agustina menekankan bantuan tersebut harus hadir untuk meningkatkan kreativitas kader dalam menjalankan 10 program pokok PKK, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Ia mengingatkan agar dukungan pemerintah tidak menjadi tambahan beban administrasi bagi para kader.

Sebaliknya, bantuan tersebut harapannya mendorong kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Dorong UMKM dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Pada sektor ekonomi, Pemkot Semarang memperkuat usaha masyarakat melalui pelatihan keterampilan industri kecil dan menengah (IKM), fasilitasi perizinan usaha, serta sertifikasi halal gratis.

Untuk menjaga daya beli warga di tengah tantangan harga kebutuhan pokok, pemerintah juga menjalankan Gerakan Pangan Murah, Pak Rahman, dan Kempling Semar. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan pangan sekaligus menekan inflasi.

Sementara itu, pengembangan kreativitas generasi muda didorong melalui program Krenova dan RISE Award.

Agustina berharap ruang inovasi tersebut dapat membantu anak muda mengembangkan gagasan menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan perkotaan.

Pemkot Semarang juga terus meningkatkan akses terhadap fasilitas publik melalui penyediaan ruang terbuka dan zona aktivitas gratis di 16 kecamatan.

Di sektor transportasi, pengembangan layanan BRT Trans Semarang melalui transportasi ramah lingkungan. Termasuk pengoperasian bus listrik dan fasilitas bus gratis bagi pelajar serta mahasiswa.

Adapun penanganan banjir dan rob terus di upayakan melalui normalisasi sungai serta optimalisasi rumah pompa di sejumlah titik rawan.

Capaian Kota Berkat Kerja Bersama

Agustina menyebut sejumlah penghargaan yang Kota Semarang raih pada 2025 sebagai pengakuan atas upaya pembangunan yang melibatkan masyarakat.

Penghargaan tersebut meliputi predikat Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial dari SETARA Institute pada Maret 2025. Predikat Utama Kabupaten/Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Agustus 2025. Serta penghargaan Swastisaba Wiwerda dalam penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan pada November 2025.

Menurut Agustina, capaian tersebut bukan semata-mata milik pemerintah, melainkan hasil kerja bersama masyarakat yang menjaga lingkungan sosial, menghormati perbedaan, dan menghidupkan semangat gotong royong.

Melalui Ayo Mlaku Bareng Warga 2026, ia mengajak masyarakat terus menjaga kesehatan keluarga, mengaktifkan kegiatan di lingkungan RT dan RW, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi.

Agustina menegaskan Pemkot Semarang akan terus berupaya menghadirkan pelayanan dan program yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemkot Semarang akan terus hadir, memfasilitasi, dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal di belakang,” tegasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp