Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono sangat setuju, sebagai pejabat wilayah, camat dan lurah harus dekat dengan masyarakat.
“Ibaratkan daun jatuh pun harus tahu. Mereka (camat dan lurah-red) harus tahu setiap kejadian di wilayahnya. Dan harus mampu menganalisa potensi-potensi wilayah yakni dengan analisa potensi wilayah,” kata Joko.
Dengan fokus turun ke wilayah, lanjut Joko, bukti hasil kinerja camat dan lurah pasti akan dirasakan langsung juga oleh masyarakat.
“Bu Wali sering menyampaiakan bahwa camat dan lurah sebagai pemangku wilayah harus sering turun ke lapangan agar tahu secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Joko menyebut, indikator kesuksesan pemerintah tidak hanya pada kepuasan masyarakat, melainkan naik menjadi kebahagiaan masyarakat. “Kami harap kawan-kawan di kecamatan dan kelurahan bisa menjadi aparatur yang profesional dan tahu keinginan masyarakat tanpa harus mengucapkan,” jelasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





