Konferensi ARNEC 2025 sendiri menyoroti pentingnya pelokalan solusi ECD untuk menjangkau anak-anak yang terpinggirkan akibat hambatan disabilitas, gender, lokasi, etnis, atau status ekonomi.
Sementara itu, Ketua Dewan Direksi ARNEC, Dr. Sheldon Shaeffer, menegaskan bahwa dengan solusi yang kontekstual dan lokal. Pemerintah daerah dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dan akses layanan ECD yang inklusif.
Asisten Sekretaris Departemen Pendidikan Filipina, Roger B. Masapol, mengingatkan bahwa masa depan bangsa di bentuk hari ini. Di ruang-ruang kelas dan rumah tempat anak-anak tumbuh.
Sedangkan Diane Whitehead dari Childhood Education International menekankan perlunya pembiayaan yang lebih berkelanjutan dan adil. Untuk memperkuat ekosistem PAUD di tingkat lokal. (*)
Editor: Elly Amaliyah





