Gaya Hidup

Walking Tour Beri Aku Sepuluh Pemuda Magelang: Mengenalkan Sejarah Bung Karno dengan Cara Unik

×

Walking Tour Beri Aku Sepuluh Pemuda Magelang: Mengenalkan Sejarah Bung Karno dengan Cara Unik

Sebarkan artikel ini
Beri Aku Sepuluh Pemuda
Founder Beri Aku Sepuluh Pemuda, Casytha Arriwi Kathmandu berfoto dengan para peserta Walking Tour Berjelajah Jejak Bung Karno. (Dok)

MAGELANG, beritajateng.tv – Beri Aku Sepuluh Pemuda (BASP) sukses menyelenggarakan Walking Tour dengan tajuk Berjelajah Jejak Bung Karno di Magelang pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Acara ini bertujuan untuk mengajak peserta yang merupakan para pemuda untuk menyelami sejarah.

Founder Beri Aku Sepuluh Pemuda Casytha Arriwi Kathmandu menyampaikan kesungguhannya dalam membumikan ide-ide dan sejarah Bung Karno kepada generasi muda. Melalui acara ini, ia berharap para peserta dapat lebih mendalami materi-materi mengenai Bung Karno berikut sejarah-sejarah di Magelang dengan metode yang atraktif.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Dan sekarang banyak orang yang tidak tahu sejarah Indonesia. Makanya hari ini kita Walking Tour. Ya harapannya sedikit demi sedikit teman-teman nyanthel tentang sejarah bapak proklamator Indonesia,” ujar Mbak Casytha dalam sambutannya ketika menjelang penutupan acara.

Acara yang diikuti oleh tujuh kelompok, yang seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Antara lain: Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Semarang.

BACA JUGA: Profil Casytha Arriwi Kathmandu, Caleg DPD yang Peraihan Suaranya Kalahkan Komeng

Acara dimulai di pagi hari pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari panitia. Para peserta berkumpul di titik awal yang terletak di Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Magelang. Dengan dampingan tim berpengalaman, para peserta melaksanakan perjalanan yang terancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang jejak Bung Karno dengan tantangan-tantangan yang harus terselesaikan.

Mengenal sejarah Bung Karno lewat tantangan yang seru

Selain menjelajahi jejak Bung Karno dan kebudayaan di Magelang, Walking Tour ini juga terwarnai dengan berbagai tantangan dengan balutan keseruan. Mulai dari teka-teki silang tentang Bung Karno, pemecahan kode berbasis story telling tengang Bung Karno, hingga bernostalgia dengan berkeliling perkampungan menggunakan sepeda antik.

Terdapat pula perlombaan untuk membuat vlog tentang aktivitas peserta selama mengikuti acara ini. Sebagai sarana dokumentasi dan publikasi mengenai nilai-nilai kegiatan kepada masyarakat yang lebih luas di media sosial.

Salah satu peserta dari kelompok Sinsoe Genz, yang merupakan kelompok peraih juara 1 dalam acara ini menyebutkan bahwa Beri Aku Sepuluh Pemuda telah berhasil merumuskan metode yang tepat kepada anak-anak muda untuk mempelajari sejarah Bung Karno dan kebudayaan di Magelang dengan menarik dan tidak monoton.

“BASP luar biasa bisa menyelenggarakan acara seperti ini. Bagi saya, apabila acara ini rutin dilaksanakan, maka kebermanfaatannya akan lebih luas untuk mengajak teman-teman muda kembali menapaki jejak-jejak Bung Karno. Terutama di daerah Jawa Tengah,” ujar salah satu peserta dari kelompok Sinsoe Genz, Tirta Pandu Winata.

Memperkenalkan inovasi wisata edukatif yang atraktif

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang sejarah Bung Karno, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap warisan sejarah bangsa.

BACA JUGA: Ribuan Kader Alumni GMNI Ziarah ke Makam Bung Karno, Ini Pesan Bambang Pacul

Beri Aku Sepuluh Pemuda berharap kegiatan ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa serta memotivasi mereka untuk terlibat aktif dalam pelestarian sejarah.

Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai upaya untuk mempromosikan pariwisata sejarah di Magelang. Dengan mengenalkan berbagai situs bersejarah, dan rekreasi wisata yang atraktif kepada publik. Harapannya akan lebih banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi dan mengeksplorasi kekayaan sejarah daerah tersebut. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp