Warga Ingin Sosialisasi Lapor Hendi Mengakar Hingga Tingkat RT dan RW

Sosialisasi Aplikasi Lapor Hendi di Lempongsari Semarang.

Semarang, 2/6 (BeritaJateng.tv) – Warga di Lempongsari Semarang berkeinginan agar sosialisasi aplikasi Lapor Hendi bisa menyasar masyarakat di tingkat RT dan RW.

Hal itu diungkapkan Babinsa Kelurahan Lempongsari, Ragil Sugiyanto dalam acara Roadshow Sosialisasi Lapor Hendi putaran kedua di Kelurahan Lempongsari, Selasa (31/5).

“Kami senang sekali dengan layanan pengaduan Lapor Hendi dan Call Center 112 karena dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Semoga layanan ini tetap eksis dan sosialisasi dapat merambah ke tingkat RT dan RW,” ujar Ragil.

Warga lainnya juga terlihat aktif memberikan pertanyaan terkait system pengaduan melalui lapor Hendi dan pelaporan kegawatdaruratan melalui Call Center 112.

Tak hanya warga yang antusias, Lurah Lempongsari, Dilinov Kamarullah menyambut baik atas digelarnya rangkaian sosialisasi pengaduan masyarakat ini.

Menurutnya, sebagai langkah mengakomodir aduan masyarakat diluar kanal resmi. Ia bahkan ingin berinovasi untuk membuat bot pengaduan yang dapat mendeteksi berbagai aduan di sosial media terkait wilayahnya.

“Alhamdulillah Kecamatan kami, Gajahmungkur kemarin memperoleh predikat sebagai salah satu kecamatan yang mengelola pengaduan dengan baik. Setelah ini saya berharap masyarakat Lempongsari dapat lebih berperan aktif lagi dalam memberikan aspirasinya untuk kemajuan Kota Semarang khususnya bagi kemajuan Kelurahan Lempongsari,” tandas Dili di Balai Kelurahan Lempongsari.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik, Diskominfo Semarang, Dian Aryanto menyebutkan bahwa dari tahun ke tahun masyarakat telah melek untuk melakukan pegaduan ke layanan Lapor Hendi.

Hal tersebut didukung dengan bertambahnya jumlah laporan masyarakat yang masuk ke lima kanal resmi Lapor Hendi, yaitu SMS, Website, Whatsapp, Apps mobile dan Twitter.

“Pada awal berdiri, layanan Lapor Hendi ditahun 2018 hanya mendapatkan 3.000 laporan saja, namun kini seiring dengan bertambahnya kesaradan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kemajuan pembangunan, layanan Lapor Hendi dalam satu tahun mendapatkan lebih dari 7.000 laporan masuk. Artinya saat ini masyarakat lebih peduli terhadap kota Semarang,” tambah Arya.

Selain system pengaduan terpadu melalui Lapor Hendi, Pemkot Semarang juga memiliki Layanan Gawat Darurat Call Center 112 yang memiliki waktu layanan 24 jam dan Gratis 100 persen biaya.

Call Center 112 ini menjanjikan kemudahan dan kecepatan dalam melayani kondisi darurat seperti darurat medis, darurat bencana, kriminalitas, kebakaran, evakuasi hewan buas, kecelakaan, penemuan mayat, dan kegawatdaruratan lainnya.

Roadshow sosialisi ini dikuti sebanyak 35 peserta warga Kelurahan Lemposari yang terdiri dari Tokoh masyarakat, pengurus RT, RW, Karangtaruna, FKK dan lembaga setempat.

Selain itu, sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber diantaranya yaitu Widi Nugroho selaku Direktur Lembaga Perhimpunan Pattiro Semarang yang memberikan gambaran seperti apa sistem pengaduan di Semarang dan bagaimana manfaatnya untuk pembangunan Kota.

Dicky Proklamanto selaku admin utama Lapor Hendi yang memberikan edukasi soal kanal-kanal resmi yang dimiliki dan bagaimana cara melapor yang benar, M. Rifky Adhi selaku Admin call center 112 yang dipandu Sub Koordinator Pengelola Aspirasi dan Informasi, Wulan Asih Setyarini selaku moderator. (Ak/El)

Leave a Reply