SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Jawa Tengah yang masih beraktivitas malam ini, terutama di lintas kota, sebaiknya mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait hujan sedang hingga lebat yang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jumat malam 6 Juni 2025.
BMKG menginformasikan bahwa hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi mulai pukul 19.25 WIB dan dapat berlangsung hingga pukul 21.30 WIB.
“Kondisi ini dapat meluas ke wilayah lain,” tulis BMKG.
Daerah yang Berpotensi Terdampak
Tiga kabupaten awal yang berpotensi diguyur hujan lebat malam ini, yaitu:
-
Kabupaten Purbalingga: Bobotsari, Karangreja, Karangjambu
-
Kabupaten Banjarnegara: Pagentan
-
Kabupaten Wonosobo: Kertek, Garung, dan sekitarnya
BACA JUGA: Waspada! BMKG Prediksi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Banjir Rob di Pesisir Jateng
Potensi hujan juga diperkirakan akan meluas ke delapan kabupaten lain, meliputi:
-
Purbalingga: Mrebet, Karanganyar
-
Banjarnegara: Karangkobar, Pejawaran, Batur, Wanayasa
-
Purworejo: Bruno
-
Wonosobo: Wadaslintang, Kepil, Sapuran, Kaliwiro, Selomerto, Kalikajar, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, Kejajar, Kalibawang
-
Temanggung: Bulu, Ngadirejo, Candiroto, Bansari, Kledung
-
Batang: Blado, Reban, Bawang
-
Pemalang: Belik dan sekitarnya
BMKG: Suhu Laut Anomali Positif, Cuaca Ekstrem Bisa Terus Terjadi
Selain potensi hujan, BMKG juga mencatat bahwa kondisi laut Indonesia akan cenderung lebih hangat dari biasanya hingga akhir tahun. Anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 dan perairan Indonesia diprediksi berada pada fase netral hingga November 2025, namun menunjukkan tren menghangat dengan kisaran 0,5 hingga 2 derajat Celcius.
BACA JUGA: Jawa Tengah Masih Hujan Imbas Anomali Suhu Laut, BMKG: Demak dan Grobogan Berpotensi Lebat
BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini bisa memengaruhi intensitas hujan maupun musim kemarau ke depan. “Informasi ini penting untuk langkah mitigasi dampak lanjutan dari kedua kondisi tersebut,” jelas pihak BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengendara antarkota dan warga yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Harapannya, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini. (*)





