Menurut Oke, pengendara juga perlu menerapkan beberapa strategi sederhana agar tetap aman saat melintasi jalan dengan kondisi yang berubah-ubah.
Pertama adalah meningkatkan kemampuan membaca kondisi jalan atau visual scanning. Pengendara di sarankan membiasakan pandangan mata menjangkau sekitar 15 hingga 25 meter ke depan. Untuk mendeteksi perubahan warna atau tekstur aspal. Perbedaan warna sering menjadi tanda adanya lubang atau aspal yang rusak.
Di jalur padat seperti Tegal hingga Pekalongan, gerakan kendaraan besar di depan juga bisa menjadi indikator kondisi jalan.
Ketika truk atau kendaraan besar tampak bergoyang, kemungkinan terdapat permukaan jalan yang tidak rata di depannya.
Teknik berikutnya adalah pengereman secara bertahap sebelum mencapai titik jalan rusak.
Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan lebih awal, lalu melepaskan rem tepat sebelum roda menyentuh lubang. Cara ini membantu suspensi depan bekerja lebih bebas dalam meredam benturan.
Postur tubuh juga memegang peranan penting. Oke menyarankan pengendara menjaga posisi tubuh tetap fleksibel, bahkan sedikit mengangkat pinggul dari jok ketika melewati jalan rusak.
Kaki dapat berfungsi sebagai peredam tambahan dengan menjepit bodi motor menggunakan paha, sementara siku tetap rileks agar getaran setang tidak mengunci gerakan bahu.
Selain itu, pengendara juga perlu mewaspadai pantulan cahaya dan genangan air, terutama di kawasan Pantura saat sore hari.
Permukaan air sering kali memantulkan cahaya sehingga menutupi kondisi jalan sebenarnya.
“Selalu anggap genangan memiliki tekstur berbeda. Pilih jalur yang paling stabil dan kurangi kecepatan agar motor tetap terkendali,” tambahnya.
Pentingnya Perawatan Kendaraan
Di tengah kondisi jalan yang dinamis pada musim hujan, perawatan kendaraan juga tidak kalah penting.
Tekanan angin ban harus selalu sesuai standar pabrikan agar traksi tetap optimal di berbagai kondisi permukaan jalan.
Lampu utama dan lampu sein juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar pengendara mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
Menurut Oke, keselamatan berkendara sangat bergantung pada kemampuan pengendara untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.





