Gaya Hidup

Waspada Jalan Retak dan Berlubang, Instruktur Safety Riding Astra Motor Bagikan Tips Berkendara Aman

×

Waspada Jalan Retak dan Berlubang, Instruktur Safety Riding Astra Motor Bagikan Tips Berkendara Aman

Sebarkan artikel ini
Waspada Jalan Retak dan Berlubang, Instruktur Safety Riding Astra Motor Bagikan Tips Berkendara Aman
Pengendara melintasi jalanan saat hujan mengguyur. (Doc. Honda)

SEMARANG, beritajateng.tv – Awal Maret 2026 membawa tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan di Jawa Tengah. Setelah curah hujan tinggi sepanjang Februari, sejumlah ruas jalan utama mulai dari jalur Pantura hingga kawasan pegunungan selatan mengalami perubahan tekstur permukaan aspal.

Air hujan yang terus mengguyur, kemudian beban kendaraan berat yang melintas setiap hari, membuat kondisi jalan di beberapa titik mengalami retakan, pengelupasan hingga lubang.

Fenomena ini sebenarnya cukup lazim terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para pengendara, khususnya sepeda motor.

Bagi pengendara di wilayah Semarang, Solo hingga Brebes, kondisi jalan yang tidak selalu mulus ini menuntut kemampuan adaptasi lebih baik.

Bukan sekadar soal keterampilan memutar gas, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan memprediksi kondisi permukaan jalan demi menjaga keselamatan.

Astra Motor Jawa Tengah membagikan tips berkendaraan aman di jalan retak dan berlubang.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa pengendara perlu memahami cara tubuh merespons guncangan motor ketika melintasi jalan yang tidak rata.

Ia memberikan analogi sederhana agar mudah dipahami.

BACA JUGA: Spesifikasi New Honda Vario 125 CBS Terbaru 2026: Tangki Bensin 5,5 Liter, Harga Rp25 Jutaan

“Bayangkan motor seperti bola tenis yang memantul, sementara tubuh kita adalah tangan yang menangkapnya. Jika tangan kita kaku saat menangkap bola yang jatuh dari ketinggian, bola justru akan mental dan telapak tangan terasa sakit. Namun jika tangan sedikit mengikuti arah jatuh bola, maka bola akan tertangkap dengan baik tanpa guncangan,” jelas Oke.

Lanjutnya, prinsip yang sama berlaku saat sepeda motor melintasi jalan berlubang atau bergelombang. Jika pengendara duduk dengan tubuh kaku dan menggenggam setang terlalu keras, guncangan akan terasa lebih besar bahkan berisiko membuat motor kehilangan keseimbangan.

Sebaliknya, tubuh yang lebih rileks akan membantu suspensi motor bekerja maksimal meredam benturan.

Menurut Oke, pengendara juga perlu menerapkan beberapa strategi sederhana agar tetap aman saat melintasi jalan dengan kondisi yang berubah-ubah.

Pertama adalah meningkatkan kemampuan membaca kondisi jalan atau visual scanning. Pengendara di sarankan membiasakan pandangan mata menjangkau sekitar 15 hingga 25 meter ke depan. Untuk mendeteksi perubahan warna atau tekstur aspal. Perbedaan warna sering menjadi tanda adanya lubang atau aspal yang rusak.

Di jalur padat seperti Tegal hingga Pekalongan, gerakan kendaraan besar di depan juga bisa menjadi indikator kondisi jalan.

Ketika truk atau kendaraan besar tampak bergoyang, kemungkinan terdapat permukaan jalan yang tidak rata di depannya.

Teknik berikutnya adalah pengereman secara bertahap sebelum mencapai titik jalan rusak.

Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan lebih awal, lalu melepaskan rem tepat sebelum roda menyentuh lubang. Cara ini membantu suspensi depan bekerja lebih bebas dalam meredam benturan.

Postur tubuh juga memegang peranan penting. Oke menyarankan pengendara menjaga posisi tubuh tetap fleksibel, bahkan sedikit mengangkat pinggul dari jok ketika melewati jalan rusak.

Kaki dapat berfungsi sebagai peredam tambahan dengan menjepit bodi motor menggunakan paha, sementara siku tetap rileks agar getaran setang tidak mengunci gerakan bahu.

Selain itu, pengendara juga perlu mewaspadai pantulan cahaya dan genangan air, terutama di kawasan Pantura saat sore hari.

Permukaan air sering kali memantulkan cahaya sehingga menutupi kondisi jalan sebenarnya.

“Selalu anggap genangan memiliki tekstur berbeda. Pilih jalur yang paling stabil dan kurangi kecepatan agar motor tetap terkendali,” tambahnya.

Pentingnya Perawatan Kendaraan

Di tengah kondisi jalan yang dinamis pada musim hujan, perawatan kendaraan juga tidak kalah penting.

Tekanan angin ban harus selalu sesuai standar pabrikan agar traksi tetap optimal di berbagai kondisi permukaan jalan.

Lampu utama dan lampu sein juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar pengendara mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

Menurut Oke, keselamatan berkendara sangat bergantung pada kemampuan pengendara untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

“Jalan raya adalah ruang publik yang selalu dinamis dan berubah mengikuti faktor alam. Sebagai pengendara yang cerdas, tugas kita bukan sekadar mengeluhkan kondisi jalan, tetapi meningkatkan kemampuan membaca situasi agar perjalanan tetap aman. Semoga semua pengendara selamat sampai tujuan,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp